WASHINGTON – Presiden China Xi Jinping mendesak digunakannya solusi damai untuk menyelesaikan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea dalam pembicaraan telefonnya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pembicaraan telefon itu dilakukan Xi setelah harian berpengaruh China memperingatkan situasi genting di Semenanjung Korea yang belum pernah terjadi semenjak uji coba nuklir pertama Pyongyang pada 2006.
Ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat tajam setelah muncul laporan yang menyebutkan Pyongyang dapat melakukan uji coba nuklir keenamnya atau melakukan peluncuran rudal dalam waktu dekat. Laporan ini ditanggapi Trump dengan ancaman aksi unilateral ke Korut.
AS telah mengirimkan kapal induk USS Carl Vinson ke Semenanjung Korea untuk mencegah ambisi senjata nuklir dan rudal Korut. Kapal induk ini juga disebutkan akan melakukan latihan gabungan dengan Angkatan Laut Jepang sebagai bentuk unjuk kekuatan kedua negara pada Pyongyang.
Dalam percakapan telefonnya, Xi menegaskan komitmen negaranya untuk melakukan denuklirisasi dan menyelesaikan permasalahan dengan jalan damai.
“China berkomitmen menyasar denuklirisasi di kawasan semenanjung, menjaga keamanan dan stabilitas di semenanjung dan mendukung penyelesaian masalah melalui cara damai. China juga bersedia untuk menjaga komunikasi dan koordinasi yang dekat dengan pihak AS,” demikian kata Xi seperti dilansir dari Reuters, Rabu (12/4/2017).
Pembicaraan kedua pemimpin negara yang berlangsung pada Rabu, 12 April itu hanya berselang sepekan setelah pertemuan keduanya di Resor Mar a Lago, Palm Beach, Florida. Dalam pertemuan tingkat tinggi itu, Trump meminta China untuk berbuat lebih banyak untuk mengendalikan Korut dan menghentikan program senjata nuklir negara terisolasi itu.
Pada Senin, utusan khusus China Wu Dawei berkunjung ke Korea Selatan (Korsel) untuk membahas mengenai kebijakan negeri ginseng terhadap tetangganya. Dawei dan utusan Korsel, Kim Hyong-kyun Sepakat untuk menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada Pyongyang jika rezim Kim Jong-un kembali melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik atau jenis-jenis provokasi lainnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.