Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berjuang 18 Tahun, Berdirinya Masjid Indonesia-Tokyo Mudahkan WNI Muslim di Jepang Beribadah

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Sabtu, 17 Juni 2017 |17:00 WIB
Berjuang 18 Tahun, Berdirinya Masjid Indonesia-Tokyo Mudahkan WNI Muslim di Jepang Beribadah
Persemian Masjid Indonesia-Tokyo oleh Dubes RI untuk Jepang, Arifin Tasrif. (Foto: Kemlu/KBRI Tokyo)
A
A
A

Sementara itu, Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia yang kini menjalani tahun keduanya dalam menjalani Ramadan di Negeri Sakura, Pandu Manggala menyatakan, kehadiran Masjid Indonesia pertama di Jepang itu membuatnya bisa menjalankan ibadah salat tarawih Ramadan secara berjamaah bersama WNI lainnya.

"Kebetulan saya tinggal di 'kampung Indonesia' dalam artian komunitas Indonesia cukup banyak yang tinggal di daerah saya yaitu Miyamae. Setiap Sabtu malam sehabis berbuka di rumah, kita seringkali patungan menyewa mobil dari daerah Miyamae ke daerah Meguro untuk salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Indonesia-Tokyo. Umumnya kita patungan hanya sekitar 200-300 yen atau Rp20-30 ribu untuk menyewa mobil selama kurang lebih 4-5 jam. Di situ saya juga merasakan kehangatan dan ukhuwah Islamiyah," papar Pandu.

Pria kelahiran 1987 yang saat ini menempuh pendidikan National Graduate Institute fot Policy Studies itu menerangkan bahwa salat tarawih di Tokyo biasanya selesai sekira pukul 22.30 atau 23.00 malam waktu setempat. Waktu salat tarawih yang berakhir pada larut malam membuat Pandu memilih untuk terjaga hingga menjelang sahur dan baru beristirahat setelah Subuh.

"Pola hidup sehari-hari jadi pembeda Ramadan di Jepang dan di Indonesia. Kalau di Indonesia biasanya sehabis tarawih kita sempatkan tidur dulu untuk bangun sahur paginya, tapi karena di Jepang ini waktu sahurnya cukup awal, saya biasanya jadi selalu melanjutkan aktivitas di malam hari dan tidur sebentar biasanya setelah waktu subuh. Biasanya kalau ikut tarawih, dan ketika sampai ke apartemen, rasanya tanggung apabila harus istirahat dulu," tukasnya.

Muslim di Jepang sendiri diketahui menjalani ibadah puasa lebih lama dari Indonesia yaitu sekira selama 16 jam. Waktu Subuh biasanya tiba sekira pukul 02.30 dini hari dan waktu berbuka tiba sekira pukul 18.56 waktu setempat. Ramadan kali ini juga diketahui datang sebelum puncak musim panas, sehingga memudahkan Muslim untuk berpuasa.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement