CILACAP - Hujan deras yang mengguyur wilayah Cilacap, merobohkan sebuah jembatan dan mengakibatkan satu dusun terisolir. Bangunan penghubung desa itu ambruk setelah pondasi jembatan tak mampu menahan terjangan luapan air.
Sekira pukul 14.30 WIB, Minggu (11/11/2007), jembatan Cikokol, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah ambruk diterjang luapan air sungai. Kejadian tersebut bermula dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Cilacap sejak siang hari.
Darkum (40), warga setempat mengatakan, ambruknya jembatan itu juga akibat banyaknya pohon tumbang yang terbawa arus sungai dan tersangkut di tiang peyangga jembatan.
"Ambruknya jembatan Cikokol, membuat dusun Cacaban terisolir dari daerah sekitar. Satu-satunya jalan untuk bisa masuk ke dusun ini dengan memutar melalui jalan desa Pesahangan-Negarajati," katanya.
Pada saat bersamaan, tiga rumah warga desa Pesahangan juga hampir roboh. Ketiga rumah ini milik San Risjo, Suprapto dan Murtono. Semunya beralamat di RT 01/01 Desa Pesahangan, Kecamatan Cimanggu. Bahkan, halaman depan ketiga rumah tersebut sudah ambles sedalam 1 meter.
Camat Cimanggu Asifudin mengatakan, kerugian yang diderita ketiga rumah tersebut diperkirakan Rp20 juta. "Saat ini, bantuan yang diperlukan adalah 50 sak semen untuk memperkuat pondasi dan halaman rumah," katanya.
Dia menambahkan, mie instan dan beras juga diperlukan untuk memberikan makan bagi warga yang kerja bakti. "Jika hal ini tidak segera ditanggulangi, rumah lainnya di sekitar tempat tersebut juga akan terkena longsor," terangnya.
Hujan deras tersebut juga membuat pipa milik PDAM Cimanggu terkena longsor. Longsor yang terjadi di Desa Rejodadi ini, memutuskan pasokan air bersih untuk pelanggan di kecamatan Cimanggu. Akibatnya, 700 pelanggan PDAM dikecamatan Cimanggu tidak bisa menikmati air bersih.