BOJONEGORO - Bencana banjir yang menerjang kawasan Kab Bojonegoro mulai menyusut dibandingkan Senin (31/12). Penyusutan air di wilayah kota mencapai 40 cm. Meski demikian, ratusan warga di Kec Kanor masih terjebak banjir karena sulit terjangkau tim relawan.
Dari data di papan duga ketinggian air sungai Bengawan solo di Karang Nongko (Kec Ngraho) tercatat 29.56 phielscaal pada pukul 15.00 WIB. Sedang di Bojonegoro kota angka ketinggian air sungai mencapai 15.49. Ketinggian ini menyusut dibandingkan data pukul 09.00 WIB, yaitu 29.70 (karang Nongko) dan 15.52 di Bojonegoro kota.
Air juga sudah tidak menggenangi beberapa ruas jalan kota, seperti Jalan Monginsidi, dan Gajah Mada sudah mulai kering. Sedang jalan-jalan utama lain, seperti Jalan Diponegoro, Untung Suropati, dan Jalan MH Thamrin serta jalan kota lainnya masih tergenang setinggi satu meter. Pemukiman warga di dalam kota rata-rata masih setinggi 70 cm.
Sebagian warga masih menempati tempat pengungsian di lokasi yang lebih tinggi. Dan kondisi sudah umum Bojonegoro kota mulai membaik, karena aliran listrik sudah dinyalakan, dan komunikasi kembali berfungsi.
Meski demikian, Bojonegoro tetap Siaga III (darurat) sehingga, warga diminta tetap waspada dengan adanya banjir susulan dari daerah Solo, Ngawi, Madiun dan sekitarnya. Genangan air di wilayah kota sendiri diprediksi akan tetap ada, karena gang-gang pemukiman warga di sepanjang tanggul sungai masih terbuka.
"Air memang mulai surut, tapi genangan tetap akan ada. Dan Bojonegoro akan tetap terjebak banjir," kata Muljono, Koordinator Pengamanan dan Pengendalian Balai Pengelolaan Sumberdaya Air Bengawan Solo di Bojonegoro, Selasa (1/1/2007).
Aktivitas warga Bojonegoro masih lumpuh, karena jalur utama transportasi masih terputus terutama di Desa Gunungsari Kec Baureno. Sehingga jalan dari arah Bojonegoro ke Surabaya dialihkan melalui perempatan Pohwates Kec Sumberrejo. Sedang dari arah Cepu, kendaraan masih belum bisa masuk ke Bojonegoro.
Mujono menambahkan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Bengawan Solo di Solo (Jateng) untuk mempercepat penyusutan banjir di wilayah kota Bojonegoro. Hasil sementara, rencananya akan dikirim pompa besar untuk menyedot air untuk dikembalikan ke sungai.
Tapi, lanjut dia, saat ini penyedotan air dibantu pompa belum bisa dilakukan. Karena, air masih terus tumpah dari sungai Bengawan Solo dan mengalir deras ke pemukiman warga kota Bojonegoro. Apalagi, sampai saat ini jebolan tanggul (gang-gang di antara tanggul) belum ditutup. "Pompa kalau difungsikan sekarang percuma, karena air sungai masih masuk kota," katanya.
Sementara itu, secara terpisah Bupati Bojonegoro HM Santoso mengaku sudah maksimal mengatasi banjir yang terus meluap di wilayah Bojonegoro. Pihaknya belum mempunyai inisiatif menutup jebolan tanggul di wilayah kota yang menjadi sumber air masuk. "Kita belum ke sana. Kita hanya bisa menunggu," katanya.
Dia menjelaskan, saat ini arusnya masih cukup tinggi sehingga pemkab kesulitan untuk menutup jebolan tanggul tersebut. Meski demikian, pemkab masih berusaha mencari solusi untuk mengurangi debit air di wilayah kota. "Kita masih koordinasi ini," terangnya.
Ratusan Korban Terjebak
Meski banjir sudah menggenangi wilayah Kab Bojonegoro selama lima hari, ratusan warga di Kec Kanor masih terjebak banjir. Tim relawan masih kesulitan untuk mengevakuasi korban karena jarak lokasi dengan wilayah yang tidak tergenang air yaitu mencapai 5 km.
Ratusan warga itu di antaranya berada di Desa Semambung, Grape, Tambah Harjo, Simbatan, Piyak, dan Sumberarum. Para korban masih banyak bertahan di rumah mereka meski banjir menggenangi rumah setinggi 1,5 meter. "Kita kesulitan menjangkau lokasi karena jaraknya jauh. Jadi kalau ke sana harus pakai perahu motor," kata Edi Santoso, salah satu relawan.
Dia menambahkan, setiap harinya relawan dari berbagai pihak terus memberikan bantuan kepada para korban yang terjebak banjir tersebut. Apalagi, sebagian warga menolak mengungsi karena khawatir dengan harta bendanya. Bahkan, lantaran saking derasnya air sungai yang menuju pemukiman warga, 10 rumah roboh.
"Padahal, rumah itu banyak dari tembok. Tapi airnya sangat deras. Makanya tim juga kesulitan menjangkau ke sana," terangnya.
Air luapan sungai sendiri terus meluas dan mengalir ke arah hilir. Sehingga Kec Kanor yang lokasinya di timur Bojonegoro Kota menjadi sasaran banjir setelah banjir besar melanda wilayah kota. Sementara ratusan warga masih mengungsi di masjid, pinggir jalan kecamatan, dan balai desa Simorejo. "Yang disini rata-rata manula dan anak-anak serta perempuan," terang Sugito, salah satu warga.
(Kemas Irawan Nurrachman)