Warga Keracunan Gas Pabrik di Purwakarta

Asep Supiandi, Jurnalis
Kamis 17 Desember 2009 16:20 WIB
Share :

PURWAKARTA – Gas beracun PT South Pacific Viscose (SPV) kembali bocor setelah beberapa bulan lalu terjadi persitiwa serupa.
Akibatnya, puluhan warga di Kampung Ciroyom RT 10/05 Desa Cicadas, Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta keracunan. Sebanyak enam orang sempat dilarikan ke klinik milik pabrik penghasil serat sintetis tersebut.
 
Dari enam korban keracunan, tiga di antaranya Nengsih (42), Lia (19), dan Isar (54) harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) MH Thamrin. Sebab, kondisi ketiganya kritis dan harus secepatnya mendapat perawatan medis. Sedangkan kondisi kesehatan tiga korban lainnya sudah membaik.
 
Menurut salah seorang warga Ucu (32), bocornya gas beracun terjadi saat warga sedang sibuk menjalani aktivitas. Tiba-tiba tercium bau menyengat yang membuat sebagian warga muntah-muntah. Tidak sedikit dari mereka jatuh pingsan. Begitu pula Siti Lapipah, balitanya yang masih berusia satu tahun mengalami hal sama.
 
“Saya hanya mendengar kabar kalau anak bungsu saya keracunan. Tapi tidak sempat dibawa ke klinik, hanya dirawat di rumah saja. Kami minta pengobatan rutin lantaran peristiwa ini bukan kali ini saja terjadi,” kata Ucu, Kamis (17/12/2009).
 
Hingga lewat tengah hari, para warga masih terlihat panik. Mereka banyak berkerumum di luar rumah sembari mengenakan masker atau penutup hidung lainnya. Rata-rata wajah mereka terlihat pucat dan berkeringat. Sejumlah wartawan yang kebetulan berada di lokasi pun banyak yang mengalami pusing-pusing. Sehingga sebagaiannya dengan terburu-buru meninggalkan Kampung Ciroyom.
 
Sementara itu, pihak PT SPV melalui General Affair and Community Relation Senior Manager Hermawan P Utomo membenarkan adanya kebocoran di instalasi pengolahan limbah gas. Persitiwa tersebut menurutnya diluar prediksi perusahaan.
 
“Malam sebelumnya memang sempat terjadi kebocoran dan kami sudah memperbaikinya. Tanpa kami duga ternyata paginya kembali bocor. Kita sedang berusaha memperbaiki kebocoran tersebut,” tandasnya.
 
Dia menjelaskan, jenis gas yang bocor itu adalah So2, So3, dan H2S. Ketiga jenis gas ini sedang diolah untuk dijadikan asam sulfat. Karena di pabriknya terdapat pengolahan gas buang agar dapat dimanfaatkan kembali.
 
Meskipun begitu, sebagai rasa tanggungjawabnya kepada masyarakat, perusahaan dengan cepat membawa warga korban keracunan ke rumah sakit. Pihaknya berharap persitiwa serupa tidak terulang kembali.

(TB Ardi Januar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya