Inu Kencana Penasaran Isi Buku 'Gurita Cikeas'

Lira Astria, Jurnalis
Senin 28 Desember 2009 15:22 WIB
Share :

JAKARTA - Daya tarik buku kontroversial berjudul "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century", karya George Junus Aditjondro mendorong banyak kalangan penasaran.

Tak heran buku yang mengupas dugaan korupsi orang-orang dekat Presiden SBY ini banyak diburu setelah sulit ditemukan di pasaran.

Dari sekian banyak pencari buku terbitan PT Galang Press Yogyakarta ini, adalah mantan dosen IPDN Inu Kencana.

Bahkan untuk mendapatkannya, dosen yang hengkang dari kampus IPDN gara-gara membongkar kebusukan kampus itu sampai menyambangi lima tempat di Jakarta. Tapi hasilnya nihil, buku yang diklaim hasil penelitian penulis asal Australia ini tidak diperolehnya.

"Iya, kok ramai, kaya buku Cendana dulu," papar Inu saat ditemui okezone di Toko Buku Gunung Agung Jalan Kwitang, Jakarta, Senin (28/12/2009).

Dia mengaku bingung sebab ada kesan buku tersebut sengaja disembunyikan dari pasaran, sehingga masyarakat sulit mendapatkannya. "Kalau dilarang berarti bukan demokrasi. Apa salahnya buku ini ada. Buku 'Aku Jadi Anak PKI' boleh kok, buku porno juga boleh," ujar Inu.

Dia mengaku hal yang membuatnya penasaran ingin membaca buku Aditjondro karena mendengar adanya kutipan kata-kata, "Bagaimana Hasil Pemilu."

Meski sudah berkeliling ke lima tempat, Inu harus kecewa karena pencariannya tidak membuahkan hasil. "Kalau ada yang berani jual, saya siap membelinya dengan harga dua kalipat," pungkasnya.

Buku karangan dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta itu salah satunya berisi tentang dugaan keterlibatan orang-orang dekat Presiden SBY dalam skandal Bank Century.

Dalam buku setebal 140 halaman itu, juga dipaparkan mengenai konfigurasi orang-orang di sekitar lingkaran SBY. Seperti para pejabat, pengusaha, dan anggota keluarga yang memiliki andil besar dalam menyokong kekuasaan SBY.

(Dadan Muhammad Ramdan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya