PADANG - Ilmuan di Prancis memprediksi gempa besar akan kembali menerjang wilayah Sumatera. Tak tanggung-tanggung disebut-sebut gempa tersebut memiliki kekuatan 8,3 SR.Lebih besar dari gempa yang terjadi 30 September lalu sehingga akan menimbulkan tsunami.
Kepala BMKG Padang Panjang M Taufik mengatakan peluang gempa untuk Sumatera bagian barat memang pasti akan terjadi, karena di Sumatera ini masih ada dua lempeng yaitu Indo Australia dan Eurasia yang masih beraktivitas dan bergesekan.
“Tapi soal prediksi kekuatan dan kapan terjadi gempa itu belum ada pakar yang mampu memprediksi sampai ke sana,” kata M Taufik kepada okezone, Senin (18/1/2010).
Gempa menurutnya akan berpeluang terjadi dari Aceh hingga Bengkulu termasuk Mentawai. Tapi perlu digarisbawahi, masyarakat jangan sampai terlalu terpengaruh prediksi ahli-ahli gempa itu, sebab hal itu hanya akan menimbulkan kepanikan.
Dia hanya mengimbau, warga Sumbar perlu kesiagaan. Kesiagaan itu bukan takut atau panik tapi lebih mengetahui jalur yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk evakuasi.
“Jika datang gempa tidak perlu menunggu-nunggu apabila air laut surut langsung lari ke daerah yang lebih tinggi,” terangnya.
Seperti dikutip dari Koran SI, peringatan dari para pakar itu ditulis melalui surat yang dikirimkan ke jurnal terkemuka Nature Geoscience. Para ilmuwan itu dipimpin John McCloskey, seorang profesor Institut Penelitian Ilmu Lingkungan dari Universita Ulster, Irlandia Utara.
Para ahli menyebut, bahaya gempa itu datang dari bertambahnya tekanan terus-menerus selama dua abad di bagian paparan Sunda. Paparan Sunda merupakan salah satu zona gempa paling berbahaya di dunia yang membentang sepanjang perairan Sumatera bagian barat. Termasuk bagian itu adalah Kepulauan Mentawai yang berada “di ambang kerusakan”, demikian diperingatkan para ilmuwan.
“Ancaman gempa yang dapat menimbulkan tsunami berkekuatan besar dengan 8,5 Skala Richter (SR) di Mentawai tidak dapat didebat. Ada potensi korban jiwa sama besarnya dengan tsunami Samudra Hindia pada 2004,” demikian pernyataan mereka.
Dia pun menyarankan pemerintah di beberapa negara untuk menyiapkan segala situasi menghadapi bencana itu. Prediksi memang jarang sekali tepat dalam dunia ilmu gempa bumi. Kemampuan untuk mengatakan kapan gempa bumi akan terjadi sangat sulit diterka. Namun, McCloskey pernah membuktikan prediksinya benar. Pada pertengahan Maret 2005 dia pernah mengungkapkan peringatan serupa. Lalu, pada 28 Maret 2005, sebuah gempa bumi berkekuatan 8,6 SR menggoyang Pulau Simeuleu dan memicu gelombang tsunami setinggi 3 meter.
Dalam surat kepada Nature Geoscience, tim menjelaskan kalkulasi mereka mengenai ancaman gempa pada segmen Mentawai akibat gempa berkekuatan 7,6 SR yang terjadi 60 km di dekat Kota Padang pada 30 September tahun lalu yang menewaskan 1.000 orang.
Menurut tim McCloskey, di bawah Siberut, pulau terbesar di Mentawai, ketegangan energi berkekuatan besar masih tidak berubah setelah gempa 2009. Karena itu, dia berharap ada langkah antisipasi dari Pemerintah Indonesia.
(Fitra Iskandar)