SLEMAN - Pesawat Sriwijaya Air dengan registrasi PK-CKN yang tergelincir di Bandara Adisucipto, Sleman, Yogyakarta, hingga pagi ini belum berhasil dievakuasi.
Petugas sejak Kamis sore kemarin berupaya mengganti roda pesawat yang amblas ke dalam tanah di pinggiran bandara. Pemasangan roda baru bertujuan agar pesawat dapat digeser dan dievakuasi ke taxiway bandara.
Sejumlah roda baru pesawat jenis Boeing itu didatangkan dari Jakarta. Petugas harus melepas roda yang amblas termasuk memperbaiki as roda yang patah sebelum roda yang baru dipasang.
General Manager Angkasa Pura Bandara Adisucipto, Agus Adriyanto, mengatakan, roda yang lama harus diganti karena mengalami kerusakan saat pesawat tergelincir dan keluar dari landasan pacu.
Agus mengaku belum dapat memastikan kapan pesawat Sriwijaya Air dapat dievakuasi. Untuk mengangkat pesawat dengan bobot kosong 40 ton itu, tiga balon raksasa juga digunakan.
Seperti diketahui, pesawat dengan nomor penerbangan SJ 230 yang mengangkut 144 penumpang itu berangkat dari Jakarta pada Selasa 20 Desember pukul 13.50 WIB tujuan Yogyakarta.
Karena cuaca buruk, pesawat dialihkan mendarat ke Bandara Juanda Surabaya dan mendarat pukul 15.25 WIB. Pukul 16.10 WIB pesawat lepas landas menuju Yogyakarta, namun saat mendarat pukul 17.10 WIB, pesawat tergelincir karena landasan licin.
(Dian AF)