Perangi Budaya Barat, Iran Razia Boneka Barbie

Fajar Nugraha, Jurnalis
Jum'at 20 Januari 2012 19:43 WIB
Boneka Barbie (Foto: Reuters)
Share :

TEHERAN- Polisi Iran melakukan razia unik sebagai upaya mereka menangkal budaya barat mempengaruhi pikiran rakyat mereka. Polisi mengambil boneka-boneka Barbie dari tiap-tiap toko yang ketahuan menjualnya.


Menurut Kantor Berita Mehr seperti dilansir Associated Press, Jumat (20/1/2012), pihak Kepolisian menyita boneka Barbie dari toko-toko mainan yang ada di Teheran. Bagi polisi Iran, langkah ini adalah fase baru dalam melawan manifesto budaya Barat. 

Boneka Barbie yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Serikat (AS), Mattel, dijual dengan menggunakan pakaian renang ataupun rok mini. 

Pemerintah Iran melihat hal ini sebagai pelanggaran budaya mereka, dimana bagi Iran sosok perempuan harus menggunakan jilbab di muka publik. Selain itu, budaya Iran juga tidak mengizinkan perempuan dan laki-laki berenang bersama.

Pada pertengahan 1990-an, Pemerintah Iran melarang penjualan boneka Barbie yang memang didesain sebagai perempuan Barat. Pada 1996, organisasi kemasyarakatan Iran yang mengurus masalah anak menyebutkan boneka Barbie bak kuda Troya yang menyelinapkan pengaruh Barat seperti rias wajah dan pakaian minim.

Pihak berwenang pun akhirnya meluncurkan kampanye penyitaan boneka Barbie yang beredar di toko-toko mainan pada 2002 silam. Mereka menilai boneka ini tidak menampilkan karakter yang bertentangan dengan ajaran Islam. Namun pada akhirnya kampanye itu tidak berlangsung lama.

Di tahun yang sama, Iran meluncurkan bonek saingan dari Barbie. Boneka dengan perempuan kembar itu, diberi nama Dara dan Sara. Boneka ini di desain untuk mempromosikan nilai tradisi keluarga Iran sesungguhnya. Tetapi Dara dan Sara sepertinya tidak mampu untuk menahan laju peredaran Barbie.

Meskipun banyak larangan mengenai peredaran budaya Barat, tetap saja banyak warga Iran yang tertarik dengan budaya barat. Bahkan televisi di Iran terus menyiarkan program dan film produksi Hollywood tiap pekannya.

Kelompok konservatif Iran memang terus berusaha memerangi apa yang mereka sebut sebagai invasi budaya barat yang sudah berlangsung sejak 1979 silam. Sejak saat itu mengimpor mainan produksi barat dilarang keras oleh pemerintah. Mereka menilai dapat membawa pengaruh buruk. 

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya