JAKARTA - Afriani Susanti (29) dipastikan sedang dalam pengaruh narkoba, saat Daihatsu Xenia yang dikemudikannya menabrak belasan pejalan kaki dan menewaskan sembilan orang di Jalan Ridwan Rais, Jakarta, beberapa hari lalu.
Menurut pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar, hal ini tentu berbanding lurus dengan maraknya peredaran narkoba di ibu kota. Dan hal ini dinilai menjadi tantangan besar bagi Badan Narkotikan Nasional (BNN).
“Saya dengar Indonesia pasar narkoba ke-2 di dunia,” kata Bambang saat berbincang dengan okezone, Kamis (26/1/2012).
BNN, kata Bambang, jangan hanya gencar memburu peredaran narkoba di daerah-daerah, namun juga menyentuh peredaran barang haram ini di Jakarta. Termasuk juga menghambat jaringan narkoba dari luar negeri.
“Keterpaduan perdagangan sabu Internasional. Jangan ngubek di Tanah Air, atese polisi monitor jaringan narkotik ke Indonesia, data geng pelaku internasional, apa sudah kembangkan. Kalau penyelidikan di indonesia saja, kebobolan terus,” terangnya.
Sebab Bambang meyakini bisnis narkotika memang cukup menggiurkan, Karenanya jangan sampai aparat kalah jaringan narkoba. “Narkotik itu ada istilahnya, ‘nakodolar’ bisnisnya miliaran,” tukasnya.
(Dede Suryana)