Palestina Siap Bekerja dengan Siapa Saja

Aulia Akbar, Jurnalis
Kamis 22 November 2012 17:02 WIB
Foto : Dubes Palestina Fariz N Mehdawi (Heru/Okezone)
Share :

JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz N. Mehdawi mengatakan, negaranya sama sekali tidak keberatan dengan siapapun yang akan ditugaskan untuk menjadi mediator konflik. Hal itu disebabkan karena, isu Palestina tidak tergantung dari siapa yang menjadi penengah.
 
Mehdawi berkomentar mengenai usulan Senator Amerika Serikat (AS) John McCain, terkait penunjukkan Bill Clinton sebagai utusan khusus perdamaian Timur Tengah. Usulan itu diutarakan McCain di tengah memburuknya krisis Gaza. Berikut wawancara Mehdawi dengan Okezone di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin (19/11/2012).
 
Apa tanggapan Anda mengenai usulan Senator AS yang ingin mengutus Bill Clinton untuk proses perdamaian?
 
Yang terpenting dari isu ini bukanlah siapa yang memecahkan. Isu ini berkaitan dengan sebuah kebijakan. Sayangnya, situasi politik di Israel juga tidak baik.
 
Koalisi pemerintahan Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman terlalu ekstrim dan hal itu tidak membantu Presiden Barack Obama. Mereka jelas-jelas lebih menyukai Mitt Romney. Kita tahu akan adanya hubungan spesial antara AS dan Israel.
 
Namun apa Anda optimis dengan seorang mediator dari AS?
 
Kami optimis, dan kami cukup senang bila Obama memberikan mandat pada siapapun yang di utusnya. Mungkin itu adalah Bapak Clinton atau pun Bapak Collin Powell dan lainnya. Kita akan menyambutnya di Palestina.
 
Mahmoud Abbas sudah menjelaskan bahwa kita menginginkan solusi dua negara berdasarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berdasarkan Resolusi DK PBB 242, berdasarkan Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
 
Kita juga sepakat untuk bernegosiasi masalah kepengungsian. Tidak ada masalah besar dalam hal ini. Isu ini sudah jelas, dunia sudah jelas akan solusi Palestina.
 
Apa saja yang dibutuhkan Palestina untuk menggapai kesuksesan ini?
 
Kita butuh keikutsertaan, kita tidak butuh retorika dan janji yang berlebihan. Seluruh Presiden AS berjanji, Clinton juga sempat berjanji dan dia tidak bisa memenuhi janjinya ketika masih menjadi presiden. Namun kita tidak memiliki masalah dengannya (Clinton), kita hanya memiliki masalah dengan kebijakan AS. Kebijakan AS harus seimbang.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya