NEW DELHI - Berita kematian mahasiswi India yang menjadi korban pemerkosaan, membuat Perdana Menteri India Manmohan Singh turut berbelangsungkawa. PM Singh menegaskan kematiannya tidak akan sia-sia.
PM Singh mengungkapkan rasa belasungkawanya atas kematian mahasiswi yang diperkosa ramai-ramai oleh enam pria di New Delhi, 16 Desember lalu. Dirinya puh mempertanyakan cara masyarakat India dalam memperlakukan perempuan.
"Meski dia (korban pemerkosaan) kalah dalam perjuangan hidupnya, kini terserah dari kita apakah membiarkan kematiannya akan sia-sia?" ujar PM Singh, seperti dikutip The New York Times, Sabtu (29/12/2012).
"India sudah melihat emosi dan semangat yang muncul akibat insiden ini. Reaksi yang ditunjukkan oleh pemuda India adalah wajar dan India memiliki keinginan kuat untuk berubah. Perubahan akan menjadi penghormatan untuk menenangnya, bila kita bisa melimpahkan kekecewaan dengan membuat tindakan yang lebih konstruktif," lanjutnya.
Bagi PM Singh, saat ini masyarakat di India harus mengubah sikapnya dalam memperlakukan perempuan. Berita kematian dari korban pemerkosaan ini sudah mengundang kemarahan dari warga. Tampak warga India sudah berkumpul di Jantar Mantar, New Delhi, untuk melakukan protes, menuntut pemerintah bertindak tegas atas insiden ini.
Seperti diberitakan sebelumnya kejadian pemerkosaan yang dialami mahasiswi yang identitasnya masih dirahasiakan itu, berlangsung saat korban dan seorang teman prianya naik ke sebuah bus di New Delhi pada 16 Desember lalu. Enam orang kemudian menyerang mereka dan memerkosa korban.
Keenam pelaku dikabarkan tidak hanya memerkosa korban dan teman prianya itu. Mereka juga melakukan penyiksaan yang berakibat fatal. Keduanya bahkan dilempar keluar dari bus dalam kondisi telanjang. Polisi saat ini telah menahan keenam pria yang diduga memiliki kaitan dengan tindakan pemerkosaan ini.
Mahasiswi berusia 23 tahun itu diterbangkan dari India ke Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ketika dibawa ke Rumah Sakit Mount Elizabeth, korban diketahui dalam kondisi kritis. Dia menderita kerusakan pada beberapa organ vital, menyusul cedera parah yang dideritanya di bagian tubuh dan otak.
(Fajar Nugraha)