JAKARTA - Hasil survei yang digelar Pusat Data Bersatu (PDB) pimpinan Didik J Rachbini ternyata ditanggapi "santai" oleh sang bintang. Survei menunjukkan, Gubernur Jakarta Joko Widodo alias Jokowi memiliki elektabilitas jauh lebih tinggi ketimbang nama-nama lain yang digadang sebagai calon kuat presiden selama ini oleh parpolnya.
Jokowi memiliki elektabilitas sebagai Calon Presiden 2014 di atas Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputeri, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla dan tokoh-tokoh berkaliber nasional lainnya.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi mengatakan, dirinya sudah menduga bahwa jawaban Jokowi atas hasil survei PDB pasti akan semenjana dan tetap merakyat.
"Kinesik, gaya bicara bahkan artikulasi komunikasi politik Jokowi selalu santai dan menggunakan idiom bahasa rakyat sehingga kesan Jokowi yang ditangkap rakyat adalah tokoh yang tidak mengejar jabatan. Ini kan berbeda dengan tokoh-tokoh lain, begitu namanya masuk dalam bursa Capres saja langsung ke"ge-er"an bukan main. Akibatnya, rakyat memandangnya sebagai tokoh yang tidak tahu diri dan tidak mengukur diri," kata Ari Junaedi kepada Okezone, Jumat (8/2/2013).
Bagi dia, Jokowi pasti akan memfokuskan kinerjanya untuk membenahi Ibu Kota yang sarat dengan banyak masalah. "Jokowi sadar betul, ekspektasi warga Jakarta terlalu besar kepada dirinya dan Ahok untuk bisa membereskan Jakarta dalam sekejap. Jokowi adalah tipe pemimpin yang banyak bekerja dan berbuat. Sangat kontras dengan pemimpin-pemimpin yang ada sekarang," jelas dia.
Ari yang juga mengajar Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta dan Universitas Dokter Soetomo, Surabaya ini, Jokowi sadar betul tentang realitas parpol jelang Pilpres 2014.
“Pengalaman Pilgub Jakarta kemarin memberikan pelajaran bahwa dukungan parpol kepada dirinya pasti memiliki pamrih di kemudian hari,” pungkasnya.
(Misbahol Munir)