Pebulutangkis putra Indonesia, Ricky Subagja, yang membuat harum nama bangsa. Sekali lagi, tidak banyak pula masyarakat yang tahu siapa pasangan Ricky saat membukukan gelar juara. Kala itu, ia berpasangan dengan Rudy Gunawan, bukan Rexy Mainaky yang selama ini semua kenal.
Bulutangkis bagi Ricky bukanlah cabang olahraga asing. Keluarga besarnya mencintai bulutangkis. Tidak heran bila Ricky sudah mengenal bulutangkis sejak usia tujuh tahun. Keputusan Ricky mengayuh raket lebih besar karena pengaruh sang ibu. Maklum, sang ayah sebenarnya ingin Ricky menjadi pesepakbola.
Nama Ricky tidak asing bangi Bumi Pertiwi. Seluruh gelar bergengsi pernah dicapai ketika selama berpasangan dengan Rexy. Momentum paling berharga tentu ketika Ricky/Rexy mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih pada Olimpiade Atlanta 1996.
Bukan hanya dengan Rudy, Ricky juga membuktikan diri mampu beradaptasi dengan Rexy. Hal itu dibuktikan dengan kembali meraih mahkota IBF World Championships 1995. Ganda putra Indonesia tersebut pun menjadi momok menakutkan bagi setiap lawan di era 1990.
Dominasi Ricky di sektor ganda kian menjadi-jadi dengan memastikan diri sebagai yang terbaik pada ajang bergengsi All England Championships 1995 dan 1996. Catatan rekor kemenangan terus berlanjut di turnamen lainnya. Lima gelar juara juga mereka pastikan, yakni China Open 1992, Indonesia Open (1993, 1994, 1998, 1999), Malaysia Open (1993, 1994, 1997), South Korea Open (1995, 1996), dan Denmark Open (1998).
Bungsu dari enam bersaudara dan memiliki nama lengkap Ricky Ahmad Subagja itu juga berjaya pada World Badminton Grand Prix (1992, 1994, 1996), Badminton World Cup (1993, 1995, 1997), dan Asian Games (1994, 1998).
Selepas gantung raket, dedikasi Ricky untuk Indonesia tidak serta-merta tenggelam. Ricky mengabdikan diri sebagai pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Dia diembankan amanah sebagai Kepala subbidang Pelatnas PBSI.
Sejak menggeluti bulutangkis, Ricky sangat mengagumi Liem Swie King, legenda bulutangkis Indonesia. Begitu kagumnya kepada King, Ricky selalu menulis 'ingin menjadi Liem Swie King' sebagai cita-citanya.
Prestasi :
Ganda Putra
Rudy Gunawan:
IBF World Championships 1993
Denny Kantono:
Japanese Open 1994
Rexy Mainaky:
Piala Sudirman 1989, 1991, 1993, 1995, 1997
World Badminton Grand Prix 1992, 1994, 1995, 1996
China Open 1992
Thai Open 1992
Hong Kong Open 1992
Malaysian Open 1993, 1994, 1997
Indonesian Open 1993, 1994, 1998, 1999
Swedish Open 1993, 1994
Badminton World Cup 1993, 1995, 1997
Thomas Cup 1994, 1998, 2000
Beregu Putra SEA Games 1994, 1998
Beregu Putra Asian Games 1994, 1998
Asian Games 1994, 1998
Singaporean Open 1994, 1995
Korean Open 1995, 1996
All England 1995, 1996
Japanese Open 1995, 1996, 1997
Thomas Cup 1996
Olimpiade Atlanta, Amerika Serikat 1996
Vietnamese Open 1997
Dannish Open 1998
Rosiana Tendean (Ganda Campuran)
SEA Games 1991
(Fetra Hariandja)