Pengacara Abraham Samad: Kenapa Rekonstruksi Digelar Tertutup?

Andi Ilham, Jurnalis
Minggu 17 Mei 2015 17:08 WIB
Ketua KPK nonaktif Abraham Samad (Foto: Antara)
Share :

MAKASSAR - Hasil rekonstruksi terhadap sejumlah saksi di Kantor Kecamatan Panakukkang terhadap kasus pemalsuan dokumen tersangka Abraham Samad, memeriksa eks Camat Panakukkang, Imran Samad dan dua staf kecamatan.

Dalam penyidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulselbar melakukan 29 adegan. Eks Camat Panakukkang, Imran Samad, mengatakan dirinya diperiksa tentang mekanisme pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat menjabat tahun 2007 silam.

Menurutnya, penyidik sudah tiga kali memeriksanya dan yang terakhir ini sebagai pemeriksaan tambahan untuk dimasukkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Memang AS pernah diterbitkan Kartu Keluarganya saat itu atas namanya sendiri bersama dengan Keluarganya. Nama Feryani tidak ada," jelas Imran Samad kepada sejumlah wartawan, Minggu, (17/5).

Rekonstruksi yang dipimpin Kasubdit IV AKBP Adip R dilakukan secara tertutup dan memasang garis police line. Digelarnya rekonstruksi ini pasca-berkas tersangka Abraham Samad yang dikembalikan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

Sementara itu, kuasa hukum Abraham Samad, Abdul Karim mengatakan penyidik dari Direskrimmum Polda Sulselbar gelar rekonstruksi tanpa memberitahukan kepada kuasa hukum tersangka.

"Sejak awal kami sebagai kuasa hukum tidak diberitahukan secara resmi rekonstruksi ini. Kami menduga pihak penyidik sengaja menyembunyikan rekonstruksi ini dari kami, " ujar Abdul Kadir.

Staf Pekerja Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi ini, sangat menyayangkan rekonstruksi yang dilakukan penyidik tersebut. Apalagi kata dia, rekonstruksi itu digelar tidak menghadirkan Abraham Samad selaku tersangka.

"Perlu dipertanyakan, apa motif polisi melakukan hal ini secara diam-diam? Kenapa menghadirkan peran pengganti terhadap tersangka, Abraham Samad? Ini sangat ganjil. Kenapa rekonstruksi ini dilakukan secara diam-diam?," ujarnya.

(Randy Wirayudha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya