"Lampunya pakai timer. Pagi mati kalau malam menyala. Tiap Selasa ke rumah ngaji," paparnya.
Sementara, petugas mengamankan dua pistol air soft gun yang merupakan milik Eddy, karena diketahui Eddy juga pernah berjualan senjata air soft.
Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, AKP Edy Santoso mengatakan jasad Eddy dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk diidentifikasi lebih lanjut.
"Apakah dia korban pemunuhan atau perampokan, masih dalam penyelidikan. Kalau informasi keluarga, korban ada penyakit liver. Tapi kami masih menunggu hasil identifikasi dari rumah sakit," tukasnya.
(Rizka Diputra)