Mentawai Masih Dihantui Gempa dan Tsunami

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis
Selasa 28 Juli 2015 18:38 WIB
foto: Ilustrasi Okezone
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya potensi gempa serupa di wilayah Pulau Mentawai, Sumatera Barat.

Bahkan, kekuatan gempa diperkirakan akan mencapai sembilan skala richter (SR), dan diikuti gelombang tsunami sekira lima menit kemudian.

"Hasil penelitian Jerman, Singapura bersama LIPI 2012 silam mereka menemukan ada 8,7 kekuatan yang belum keluar, penelitian terbaru Juni kemarin LIPI, Prancis dan Singapura potensinya sembilan SR dan tsunaminya sekira 10 meter," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2015).

Ketika bencana itu terjadi, maka akan menghantam pantai daratan hingga dua kilometer dan di sungai sepanjang lima kilometer. Sebab itu, pihaknya saat ini tengah menyiapkan beberapa langkah agar masyarakat setempat siaga.

"Kita susun masterplan pengurangan bencana gempa dan tsunami. Kita bangun selter pengungsian. Pusdalops khusus di sana, sirene tsunami 100 unit. 2013 lalu, latihan Mentawai megatrust exercise, simulasi bencana yang diikuti 17 negara," imbuhnya.

Meski demikian, ia menyesalkan tidak adanya pelatihan yang berkesinambungan. Terlebih saat persiapan secara struktural sudah mapan, tanpa ditunjang kesiapan kultural akan susah.

"Per tahun mestinya. Struktur oke, kultur yang susah. 63 persen warga ada bencana, situasinya panik, malah macet," keluhnya.

Selain Mentawai, Sutopo juga menyebut pesisir selatan Pulau Jawa juga memiliki potensi rawan gempa dan tsunami. Tak hanya itu, di wilayah timur Indonesia pun terdapat potensi serupa.

"Kalau di Jawa, itu antara Pangandaran dan Banyuwangi, istilahnya kawasan seismig gap, sedangkan di Indonesia timur, kita minim data dan hasil penelitian, tapi sudah mendekati siklus 200 tahun," pungkasnya. (awl)

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya