"Kita susun masterplan pengurangan bencana gempa dan tsunami. Kita bangun selter pengungsian. Pusdalops khusus di sana, sirene tsunami 100 unit. 2013 lalu, latihan Mentawai megatrust exercise, simulasi bencana yang diikuti 17 negara," imbuhnya.
Meski demikian, ia menyesalkan tidak adanya pelatihan yang berkesinambungan. Terlebih saat persiapan secara struktural sudah mapan, tanpa ditunjang kesiapan kultural akan susah.
"Per tahun mestinya. Struktur oke, kultur yang susah. 63 persen warga ada bencana, situasinya panik, malah macet," keluhnya.
Selain Mentawai, Sutopo juga menyebut pesisir selatan Pulau Jawa juga memiliki potensi rawan gempa dan tsunami. Tak hanya itu, di wilayah timur Indonesia pun terdapat potensi serupa.
"Kalau di Jawa, itu antara Pangandaran dan Banyuwangi, istilahnya kawasan seismig gap, sedangkan di Indonesia timur, kita minim data dan hasil penelitian, tapi sudah mendekati siklus 200 tahun," pungkasnya. (awl)
(Susi Fatimah)