Tren Sosial, Petani Garut Buang 20 Ton Tomat Hasil Kebun

, Jurnalis
Kamis 13 Agustus 2015 17:11 WIB
Jengkel, petani tomat buang hasil kebunnya (Foto: BBC/Kristianto Hengki/Facebook)
Share :

Menurut Hengki, petani harus merugi karena hanya dibayar Rp200 per kilogram, sedangkan harus membayar buruh angkut hasil panen. Padahal, di pasar harga tomat Rp2.500 satu kilogram.

Walau prihatin, Hengki mengatakan aksi buang-buang hasil panen sudah biasa terjadi karena petani jengkel. Harga berbagai macam sayur yang selalu ditentukan oleh bandar atau tengkulak tidak bisa diprediksi sehingga petani harus pasrah jika harga jual anjlok.

Dedi yang juga menanam kentang dan kubis di lahannya berharap ke depannya, harga beli dari petani bisa stabil sehingga mereka tidak merugi.

(Retno Wulandari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya