Bahkan, pengadaan itu bukan ditandatangani General Manager (GM) masing-masing pelabuhan melainkan hanya ditandatangani seorang manajer teknik.
"Jadi, sebenarnya dari sisi itupun sudah salah. Kemudian aspek yang ada sekarang ini yang dibeli tahun 2013, itu kalau kita beli sekarang dengan harga dolar yang sekarang pun itu masih terlalu jauh mahal di sana itu," ujar Victor.
Lebih lanjut terkait dengan penggeledahan yang dilakukan penyidik Bareskrim ke kantor PT Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat 28 Agustus 2015 lalu, jenderal bintang satu itu mengatakan pihaknya sudah menyita sejumlah barang bukti dan telah memeriksa tujuh saksi.
"Kemudian kita sudah sita banyak dokumen sebagai barbuk. Sebelum tindakan (penggeledahan) kita periksa tujuh saksi," pungkas Victor.
(Rizka Diputra)