"Dua di antara mereka memegang tangan mertua perempuan saya (Made Kantri), dan sisanya menyandera mertua laki laki saya (Nyoman Astika)," ungkapnya sembari mengatakan apa yang disampaikan merupakan cerita dari mertua perempuannya.
Kemudian, kata dia, salah satu pelaku terlihat sedang mencuci golok berlumuran darah dekat dengan sumber air di rumah korban.
"Salah satu pelaku mencuci tangan dan kapak penuh dengan darah. Selang beberapa saat kemudian, mertua perempuan dilepaskan dan dilihat mertua laki laki saya terlentang di tanah dekat pekarangan dengan keadaan terbunuh tanpa kepala," tutur dia.
Para pelaku tersebut sempat mengancam mertuanya untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib dan masyarakat setempat.
"Mertua sempat ketakukan. Tetapi sekira pukul 20.00 Wita, ia memutuskan untuk kabur dengan cara berlari ke Desa Gitgit Sari, lokasi permukiman keluarga yang berjarak sekira 5 kilometer dari lokasi pembunuhan tersebut," kata dia.