Keesokan harinya, yakni pada Senin 14 September 2015, sanak keluarga dibantu sekira 30 warga setempat berangkat ke lokasi pembunuhan untuk mengevakuasi mayat korban dan berusaha mencari bagian kepala yang hilang. "Namun, pencarian kepala hingga hari ini masih nihil," imbuhnya.
Adiana mengungkapkan, keluarga di daerah itu sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian Parigi Mautong. "Kami mendengar sudah dilaporkan dan saat ini pihak Kepolisian tengah mendalami kasus ini dan diduga terkait dengan kelompok teroris Santoso," imbuhnya.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Buleleng mencatat tansmigran dari daerah setempat di Sulawesi yang terdaftar mulai 2007-2013 mencapai 556 orang yang terdiri 153 Kepala Keluarga (KK). Pada 2014, tidak ada pengiriman transmigran karena lokasi tidak sesuai.
(Fachri Fachrudin)