Ungkapan rasa syukur yang dilakukan para jamaat saat di lokasi kebakaran, sambung Yehuda, bukanlah ibadah hari Minggu. Melainkan hanya sebagai rasa syukur. "Mereka lagi benahin puing-puing, (menyanyi) tapi bukan kegiatan ibadah hari Minggu," ujarnya.
Yehuda menambahkan, kondisi bangunan GBI Rock Ambon sendiri saat ini memang belum bisa digunakan untuk beribadah karena harus dilakukan beberapa renovasi. Terutama di bagian balkon yang tampaknya mesti dibangun ulang.
Untuk memfasilitasi para jemaat dalam menjalankan ibadah, rencananya pekan depan pihak gereja akan menggunakan hall di Maluku City Mal (MCM). Rencananya menggunakan GOR Karangpanjang, Ambon, dibatalkan karena proses administrasi.
Sementara itu, sebelumnya para jemaah menjalankan ibadah masing-masing di daerah bersama keluarga yang menggelar kegiatan ibadah. Untuk gedung GBI Rock Ambon sendiri, dirinya menaksir hingga akhir tahun belum bisa digunakan menyusul kebakaran melanda pada Kamis 8 Oktober 2015.
"Kira-kira sampai awal tahun, kita bakal beribadah di luar dulu," pungkasnya.
(Arief Setyadi )