Namun bila kapal selam tersebut terbukti sengaja memasuki perairan kedaulatan Indonesia, maka Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri akan melayangkan nota protes.
"Kita harus waspada itu perlu, tapi kalau curiga terlalu berlebihan itu tidak bagus. Dalam masuknya kapal selama Amerika ini kami tidak kecolongan. Masak kecolongan melulu," terangnya.
Untuk itu dia mengajak seluruh lapisan masyarakat perlunya memupuk perdamaian. Dan menghilangkan rasa curiga terlalu berlebihan.
"Benak kita itu harus penuh kedamaian penuh pertemanan. Kalau curiga terus nanti permusuhan terus. Kalau misalnya terbukti kita tanyakan kenapa dia (Amerika) masuk ke negara kita. Itu urusan Menlu," pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)