Melihat Lebih Dekat Lokalisasi Dadap

Denny Irawan (Koran Sindo), Jurnalis
Kamis 03 Maret 2016 18:54 WIB
Lokalisasi Dadap (Foto: Denny/Koran Sindo)
Share :

Sedangkan seorang pekerja seks lainnya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik, menyesalkan hal tersebut karena dia baru saja bekerja di sana selama lima hari. “Jangan lah, kalau bisa mah. Nanti saya harus cari pindahan lagi, enggak tahu mau pindah ke mana,” ujarnya.

Lokalisasi Dadap dipenuhi oleh kafe dangdut dan warung kelontong serta rumah makan berbentuk tenda di sekitarnya. Pada malam hari, kehidupan di lokalisasi Dadap semakin hingar-bingar, dengan musik dangdut dan house music dari speaker berukuran besar di dalam kafe.

Tempat sepanjang satu kilometer lebih ini juga dipenuhi oleh pedagang gerobak di sisi kiri dan kanan jalan. Di tengah kawasan lokalisasi, juga ada pos-pos yang ditempati oleh beberapa pria berseragam hansip.

Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih dalam tahap pendataan tempat dan warga di sana. Rencananya, setelah digusur, bekas lokalisasi Dadap akan diubah menjadi taman, masjid, dan pusat kuliner hidangan khas laut atau seafood, dengan konsep tempat berbentuk seperti hanggar pesawat.

“Lokalisasi Dadap itu sudah ada dari akhir era 1970-an, awal tahun 1980-an. Daerah itu berkembang sejalan sama pembangunan Bandara Soekarno-Hatta,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Dengan adanya pembangunan bandara di sana, banyak pekerja dan orang-orang yang menggantungkan hidupnya di sana. Ditambah dengan nelayan yang juga meramaikan kawasan Dadap, lambat laun, lokalisasi muncul dengan sendirinya.

“Perkampungan nelayan sama bandara itu kan berdekatan. Banyak pekerja, banyak orang datang, banyak kebutuhan, berkembang sampai ada lokalisasi,” tutur Zaki.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya