Melihat Lebih Dekat Lokalisasi Dadap

Denny Irawan (Koran Sindo), Jurnalis
Kamis 03 Maret 2016 18:54 WIB
Lokalisasi Dadap (Foto: Denny/Koran Sindo)
Share :

TANGERANG - Dadap, salah satu lokalisasi prostitusi di Kabupaten Tangerang di wilayah pesisir sontak mendapat sorotan lantaran akan digusur pada pertengahan tahun ini.

Menjelang malam, para wanita pekerja seks mulai berjejer di tepian jalan yang lokasinya persis dekat pergudangan itu. Suara tawa dan canda menggoda terdengar mengajak para lelaki saat melintasi pemukiman yang letak rumahnya tak beraturan tersebut.

Satu persatu, setiap orang yang melintasi jalan tersebut diminta untuk mendatangi rumah berukuran kecil yang mereka ubah seakan ingin disebut sebagai kafe.

Pantauan di lapangan, kafe-kafe yang berjejer baik di sisi kanan dan kiri jalan itu hanya berjarak sekira lima kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pada bagian depan, tak begitu tampak warung remang-remang tersebut. Namun, begitu sudah masuk ke perkampungan, akan tampak dan merasakan penampakan para kupu-kupu malam. Mulai dari yang muda sampai yang tua, para wanita ini berjejer.

Bahkan cukup sulit membedakan mana wanita pekerja seks dan wanita yang merupakan warga setempat. Ketika akan memarkirkan kendaraan di dekat warung, tiba-tiba tiga orang wanita dengan kisaran usia sekitar belasan tahun yang ada di warung kopi tersebut langsung memberitahu bahwa mereka bukan lah wanita pekerja seks.

“Jangan salah ya, gue bukan jablay. Tuh disebelah yang berderet, gue mah jualan kopi aja,” ujar wanita kecil tersebut seraya tertawa.

Terlihat berbagai bangunan dengan cat warna terang, seperti warna hijau dan biru muda. Setiap pintu rumah tersebut dibuka dan dituliskan 'Cafe'.

Pada bagian depan terlihat pemandangan kursi plastik yang telah diduduki oleh para wanita pekerja seks dengan berpakaian seksi. Ada yang fokus tetap menggoda pria yang lewat baik yang naik motor, mobil, sampai pejalan kaki. Namun, ada pula yang sibuk makan seraya ngobrol, dan ada yang sekedar terlihat lusuh main ponsel, seraya menghisap rokok.

Dengan lebar jalan di sana sekitar lima meter, tampak banyak badan jalan yang dipenuhi oleh pedagang kaki lima maupun pedagang gerobak.

Tak jauh dari sana, ada juga pos keamanan bertuliskan "Pos RW 03 Kelurahan Dadap , Kecamatan Kosambi" yang diduduki oleh beberapa pria berseragam hansip lengkap dengan atributnya seperti handy talky. Bahkan ada juga organisasi massa kepemudaan yang konon katanya baru hadir di lokalisasi.

"Hei abang, sini atuh aa, sini kokoh," goda salah satu perempuan.

Tarif sekali kencan di lokalisasi prostitusi Rp350 ribu. Hal itu diketahui dari salah seorang wanita pekerja seks yang mengaku bernama Tifanny, bukan nama sebenarnya, yang bekerja di salah satu warung remang-remang yang ada di sana.
 
“Kalau di sini sekali ngamar tiga setengah (Rp350 ribu), kalau cuma minta ditemenin pekgoh (Rp150 ribu),” ujar Tifanny seraya menghisap rokoknya dalam-dalam.

Ketika masuk ke dalam cafe tersebut, rumah sempit itu dijadikan tempat joget pada tamu. Di dalam, terlihat ada sebuah televisi berukuran 32 inci, lima sofa dengan dilengkapi empat meja, serta satu meja kayu dengan kursi plastik yang ditumpuk siap menyambut tamu.

Adapun para tamu telihat sedang asik memekikan suaranya bergantian menyanyikan musik dangdut dari televisi dengan sound khusus. Ada juga yang berjoget seraya ditemani para wanita yang telah dibokingnya.

“Kalau di sini nyanyinya gantian, mic-nya soalnya cuma ada satu. Kalau duet ya harus deket-deketan sama ceweknya,” kata wanita yang mengaku berasal dari Bandung, Jawa Barat tersebut.

Sedangkan untuk tamu yang sudah ‘kebelet’, Papi Jamal, sang pemilik kafe, telah menyediakan tujuh kamar untuk ‘melepas penat’ bagi para tamu yang datang dari berbabagai kalangan.

“Kalau mau ‘begituan’ di kamar cewek masing-masing, sewa lagi kamarnya gocap (Rp50 ribu). Nah kalau kamar bayar langsung ke kasir, kalau untuk cewek bayar langsung ke ceweknya,” kata wanita berparas ayu itu.

Sejumlah perempuan di lokalisasi Dadap mengakui dirinya mengetahui soal rencana penggusuran pada akhir Mei 2016 mendatang. Mereka juga tahu tanah di sana adalah tanah negara, sehingga jika digusur kemudian, mereka tidak akan mempermasalahkan hal itu.

“Ini kan tanah ilegal, ya. Kalau digusur ya sudah, mau gimana lagi. Kan ada undang-undangnya,” kata PSK lainnya bernama Vivi.

Sedangkan seorang pekerja seks lainnya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik, menyesalkan hal tersebut karena dia baru saja bekerja di sana selama lima hari. “Jangan lah, kalau bisa mah. Nanti saya harus cari pindahan lagi, enggak tahu mau pindah ke mana,” ujarnya.

Lokalisasi Dadap dipenuhi oleh kafe dangdut dan warung kelontong serta rumah makan berbentuk tenda di sekitarnya. Pada malam hari, kehidupan di lokalisasi Dadap semakin hingar-bingar, dengan musik dangdut dan house music dari speaker berukuran besar di dalam kafe.

Tempat sepanjang satu kilometer lebih ini juga dipenuhi oleh pedagang gerobak di sisi kiri dan kanan jalan. Di tengah kawasan lokalisasi, juga ada pos-pos yang ditempati oleh beberapa pria berseragam hansip.

Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang masih dalam tahap pendataan tempat dan warga di sana. Rencananya, setelah digusur, bekas lokalisasi Dadap akan diubah menjadi taman, masjid, dan pusat kuliner hidangan khas laut atau seafood, dengan konsep tempat berbentuk seperti hanggar pesawat.

“Lokalisasi Dadap itu sudah ada dari akhir era 1970-an, awal tahun 1980-an. Daerah itu berkembang sejalan sama pembangunan Bandara Soekarno-Hatta,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Dengan adanya pembangunan bandara di sana, banyak pekerja dan orang-orang yang menggantungkan hidupnya di sana. Ditambah dengan nelayan yang juga meramaikan kawasan Dadap, lambat laun, lokalisasi muncul dengan sendirinya.

“Perkampungan nelayan sama bandara itu kan berdekatan. Banyak pekerja, banyak orang datang, banyak kebutuhan, berkembang sampai ada lokalisasi,” tutur Zaki.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya