Saking kesalnya, warga menanam pohon pisang di sekitar lubang jalan. Namun, pohon pisang itu ditabrak pengendara sepeda motor yang terperosok lubang jalan. Warga lantas memasang tong ditutupi kain mori sebagai tanda peringatan bagi para pengguna jalan.
Menurut Sarwono, jalan itu pernah diperbaiki dengan sistem tambal sulam oleh instansi terkait pada 2015. Beberapa bulan kemudian, aspal jalan retak dan lambat laun lubang jalan kembali menganga lebar.
“Jalan ini merupakan jalur alternatif dari Boyolali menuju Kartasura maupun sebaliknya. Kondisi jalan yang rusak tak hanya mengganggu warga namun para pengguna jalan,” ujar dia.
Ketua PAC PDIP Kecamatan Kartasura ini mengungkapkan kondisi jalan rusak dipengaruhi banyaknya truk bertonase tinggi yang melewati jalur tersebut.
Truk bertonase tinggi seperti truk pengangkut pasir hilir mudik setiap hari. Aspal jalan tidak kuat menahan beban sehingga retak dan berlubang perlahan-lahan. “Kualitas aspal kurang bagus ditambah banyaknya truk bertonase tinggi yang lewat jadinya seperti ini [jalan berlubang],” papar dia.