BERLIN – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi setelah teman dekat dan teman masa kecilnya tercantum di daftar pemilik perusahaan offshore yang dibuat lembaga hukum asal Panama, Mossack Fonseca, yang bocor ke publik.
Dokumen yang dikenal dengan nama Panama Papers itu mengungkap sejumlah perusahaan nonaktif atau shell company yang digunakan para pemimpin negara, politikus, atlet, atau orang-orang terdekat mereka untuk menutupi kegiatan finansialnya dan nama-nama pemiliknya.
Ulasan yang dilakukan konsorsium jurnalis investigasi internasional (International Consortium of Investigative Journalist/ICIJ) atas Panama Papers diklaim telah mengungkap berbagai skandal korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh dunia, salah satunya Putin.
Grey Cardinal –julukan untuk Putin– dikaitkan dengan tuduhan korupsi setelah Sergey Roldugin, seorang konduktor dan pemain selo tenar Rusia, muncul di daftar pemilik perusahaan offshore Mossack Fonseca.
Menurut surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung,teman dekat Putin itu diduga memainkan peran jaringan yang dikendalikan rekan-rekannya yang memutar setidaknya USD2 miliar melalui bank dan perusahaan offshore.
Dalam dokumen tersebut, Roldugin terdaftar sebagai pemilik beberapa perusahaan offshore yang menerima pembayaran dari perusahaan lainnya senilai puluhan juta dolar.
Sebuah perusahaan yang memiliki kaitan dengan Roldugin juga memilki pengaruh besar atas manufaktur truk terbesar di Rusia, dan perusahaan lainnya mendapatkan bagian besar dalam bisnis iklan di stasiun televisi Negeri Beruang Merah.