Dipecat PKS, Fahri Hamzah Jadi Rebutan Partai Lain

Regina Fiardini, Jurnalis
Selasa 05 April 2016 07:41 WIB
Share :

JAKARTA - Pengamat Politik dari Indostrategi, Pangi Syarwi Chaniago menilai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan rugi memecat Fahri Hamzah. Memiliki sikap yang kritis, membuat Fahri nantinya diperebutkan oleh partai lain.

"PKS akan rugi membuang Fahri Hamzah tidak hanya sekadar jabatannya dicabut, tapi jenjang kaderisasi juga dicabut. Sementara koruptor saja perlakuannya tidak seperti itu, tidak diberhentikan dari seluruh kaderisasi kepartaian. Dia bakal banyak diperebutkan partai lain. Derajat popularitas dan elektabilitas Fahri menyalip PKS," kata Pangi saat dihubungi Okezone, di Jakarta, Senin 4 April 2016 malam.

Menurutnya, figur Fahri yang tergolong ceplos-ceplos dalam berbicara justru menguntungkan PKS. Tanpa hadirnya Fahri, PKS tidak akan berwarna. Ia menilai, PKS tidak seharusnya memaksakan semua kadernya untuk bersikap ramah tamah dan memiliki etika.

"Tidak bisa di PKS itu semua gayanya ramah tamah punya etika, tetapi butuh juga orang seperti Fahri yang kritis dan berani, tidak bisa diintervensi dan sebagai muadzimnya PKS menyuarakan sesuatu yang tidak beres. PKS ini merupakan partai yang oligarki dan feodal. Di sana dituntut garis komando bahwa tidak ada ruang untuk berdebat, beda pendapat," tambahnya.

Sebelumnya Sekjen PKS, Taufik Ridho mundur dari masa jabatannya, menyusul Fahri Hamzah. Melihat hal tersebut, Pangi menilai ini merupakan antiklimaks dari persoalan antardua kelompok.

"Ini adalah antiklimaks dari persoalan antara kelompok tua dan muda, ini Fahri bagian dari faksinya anis matta, sebelumnya juga kenapa Sekjen juga mundur? Anomali politik tidak pernah Sekjen itu mundur, hari ini muncullah polemik seperti ini. Kalau ditelaah ini klimaksnya antara kelompok yang tersinggung, tidak dihargai merasa tidak dianggap sebagai orang-orang yang dituakan," tandasnya. (day)

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya