Diduga Inisiator Pertemuan, Ahok Panggil Sunny

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Rabu 06 April 2016 14:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku, telah memanggil Sunny Tanu Wijaya terkait berembusnya kabar bahwa Sunny merupakan orang yang menjadi inisiator pertemuan antaran M Sanusi dengan pengembang sebelum dicocok dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

"Saya sudah panggil dia. Dia sudah sampaikan bahwa dia enggak lakuin apa-apa. Terus dia balik jawab, 'Emangnya gila apa bisa ngatur kamu. Elu kan keras kepala gitu'. Terus saya mau tanya, siapa yang bisa ngatur saya coba? Saya itu enggak bisa disenangi karena enggak bisa diatur," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (6/4/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, Sunny dikenal dengan sosok yang baik. Oleh karenanya, dia meminta agar publik bersabar lantaran kasus reklamasi Teluk Jakarta tengah digarap oleh lembaga antirasuah.

"Kalau dilihat dari anaknya sih, anaknya itu baik, enggak mau macam-macam. Masa dia jual saya. Toh kalau pun bisa dijual, enggak bisa mengubah kebijakan saya buat apa? Makanya saya bilang serahkan ke KPK saja. Kalau memang dia jual saya, biar KPK yang ngurus. Kita enggak bisa menduga-duga," ucap Ahok.

(Baca juga: Beredar Nama-Nama Penikmat Proyek Reklamasi Teluk Jakarta)

Ia menambahkan, selama menjadi anak magang di lingkungan Pemprov DKI, banyak orang yang menaruh curiga kepada Sunny karena merupakan anak Dirut Artha Graha. Namun, lanjut Ahok, kinerja Sunny selama magang dapat dipertanggungjawabkan.

"Dulu ada orang curiga, ini ada anak Dirut Artha Graha ikut magang ke sini. Saya gimana curiga sama dia, dia yang mendesain ngotot bapak enggak boleh kurang dari 15 persen (soal Raperda Zonasi-Red). Dengan kontribusi itu, semua LRT bisa selesai tanpa APBD. Kamu curiga enggak sama anak yang ngomong kaya gitu?" sambung Ahok.

"Terus kamu jangan mundur, Pak. Kalau Bapak kasih Koefisiensi Luas Bangunan (KLB) perusahaan besar nolak, Realestat Indonesia (Rei) nolak. Terus dia kasih hitungan ke saya, bohong Pak, mereka gertak Bapak. Ini hitungannya udah benar. Udah baik hati bapak ada tim kaji sebegitu. Sekarang saya dapat Rp4 triliun lebih dari KLB, saya Jumat resmiin Semanggi, groundbreaking dan itu semua duit KLB," pungkasnya.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya