Posting Kalimat Provokasi, Eks Sopir Blue Bird Didakwa Melanggar UU ITE

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Kamis 23 Juni 2016 18:18 WIB
Sidang Perdana Eks Sopir Blue Bird Feriyanto di PN Jaksel (foto: Arie/Okezone)
Share :

JAKARTA - ‎Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana terhadap seorang mantan supir taksi Blue Bird bernama Feriyanto yang diduga memprovokasi kericuhan lewat media sosial untuk demo para sopir taksi pada Selasa, 22 Maret 2016 lalu.

Sidang berlangsung sekira pada pukul 15.30 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam pembacaan dakwaannya tersebut Feri Yanto dinyatakan bersalah ‎karena telah mengajak para supir taksi untuk berbuat anarkis.

"Dengan cara datang ke depan Istana Negara dengan membawa senjata jatam maupun senjata tumpul berupa pedang dan arit, dan jika perlu membawa bom molotov," ujar JPU Ibnu Suud saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2016).‎

Selain itu, Jaksa Ibnu juga menjelaskan, Feri diduga telah mengajak para sopir taksi Blue Bird untuk melakukan aksi kekerasan terhadap supir taksi online."Dengan menggunakan senjata berupa pedang dan arit sebagaimana dikirimkan dalam bentuk gambar pedang dan clurit melalui akun Facebook, mengajak perang," jelas Ibnu.

‎Postingan Feri di media sosial tersebut, dinilai jaksa sebagi pemicu demo besar-besaran yang berujung kericuhan di beberapa wilayah Jakarta.‎

"Sehingga menimbulkan kerusuhan dan ketakutan di tengah masyarakat pada umunya dan pada khusunya kelompok masyarakat para sopir atau pengemudi Grab dan Uber yang berbasis online," tandas Ibnu.

Atas perbuatannya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Feri melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo 45 Ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Elektronik dan Transaksi Elektronik.

Feri juga didakwa melanggar Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan. Feri merupakan mantan sopir taksi Blue Bird. Dia adalah Pemilik akun Facebook 'Feri Yanto Pendekar BlueBird' yang ditangkap anggota Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Selasa 22 Maret malam.

Akun tersebut dianggap telah melakukan tindak provokasi untuk berdemo. Feri ditangkap di salah satu pul taksi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya