Diberitakan sebelumnya, sekira pukul 09.00 WIB, Said, pengemudi perahu pompong membawa sebanyak 16 orang dari pelabuhan menuju Pulau Penyengat. Perahu kayu berukuran kecil itu biasanya hanya mengangkut sebanyak 15 penumpang.
Sekira tujuh menit perjalanan, mesin pompong mendadak mati, kemudian hidup lagi dan kapal perlahan-lahan tenggelam. Dua orang berhasil diselamatkan, masing-masing seorang penumpang dan nahkoda pompong mendapat pelampung dari petugas MV Baruna.
Sedangkan 10 penumpang lainnya meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian. Terkait insiden itu, Reni mengatakan, Pemprov Kepri mengucapkan turut berduka cita.
"Dengan musibah ini diharapkan pemerintah dan instansi pelayaran atau 'stakeholder' harus benar-benar memikirkan pelayanan dan keselamatan masyarakat pemakai jasa pompong. Harus ada regulasi yang mengatur keselamatan masyarakat yang bergerak dari pulau ke pulau khususnya Tanjungpinang-Pulau Penyengat," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )