Diduga Dipukuli Polisi, Dua Keluarga Melapor ke Propam Polda

Sigit Dzakwan, Jurnalis
Minggu 28 Agustus 2016 21:03 WIB
Foto: Illustrasi Okezone
Share :

Ibu TR, Neneng Hagarang (51) warga Sekata mengatakan, akibat pemukulan itu, TR sempat tidak bisa makan nasi selama lima hari. Penggantinya adalah bubur. Selain itu hidung juga mengeluarkan darah, perut sakit, dada sesak dan kepala pusing.

"Kita sempat minta visum di RS Kuala Kurun, tapi menolak. Alasannya tidak ada rekomendasi dari polisi," kata Neneng.

Sama hal yang disampaikan ibu Jf, Mira (35) menyebut anaknya mengalami sakit di dada, kepala pusing dan dua giginya patah. Selain itu juga sempat kesulitan menelan nasi. Keduanya sama-sama berharap keadilan di negeri ini harus benar-benar ditegakan.

Sementara itu, kakak TR, Novia Adventy sempat membuat status di akun facebook miliknya pascakejadian pemukulan oleh oknum Polsek Tewah. Kemudian statusnya tersebut dijawab oleh akun facebook milik Polsek Tewah.

"Saya mendapat ancaman, katanya bisa dikenakan UU IT. Tapi saya tidak pernah takut. Memang tidak mengakui melakukan pemukulan makanya hari ini kita melaporkan ke polda untuk dibuktikan kebenarannya," kata Novia.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya