Saat Hillary tersandung dalam acara peringatan 9/11, Trump langsung menyerang Hillary dari sisi kesehatan. Trump menyebutkan Hillary menderita sakit dan dianggap tidak mampu menyelesaikan permasalahan warga AS. Beberapa hari kemudian, Trump melalui pemeriksaan dokter pribadinya langsung menunjukkan kepada publik AS bahwa ia berada dalam keadaan sehat.
Selain itu, Donald Trump adalah kandidat Presiden AS yang juga responsif. Dalam menanggapi aksi provokatif pihak Korut yang dipimpin Kim Jong-un, Trump memberikan solusi yang cenderung kontroversial. Pada salah satu sesi kampanyenya, Trump menyebutkan bahwa AS harus mempersenjatai Jepang dan Korsel dengan senjata nuklir. Demikian pula saat isu imigran mengemuka, Trump berjanji jika ia terpilih sebagai Presiden AS, maka ia akan melarang para imigran dari Timur Tengah untuk memasuki AS.
3. Hillary Clinton
Kata-kata kontroversi yang terus dilontarkan Donald Trump membuat Clinton sibuk menangkis serangan. Dalam sejumlah kampanye, isi pidato Hillary tidak jarang terkait dengan konfirmasi atas tudingan dan tuduhan yang dilontarkan Trump. Kendati demikian, tidak jarang Hillary juga menyerang balik Trump.
Menyikapi isu kesehatan medis, Hillary menyebut bahwa Trump sedang melancarkan serangan gila terhadapnya. Karena itu, dalam berbagai sesi kampanye, tim Hillary menjadi kelabakan menghadapi serangan dari kubu Trump.
Tidak hanya Trump, tudingan negatif juga dilontarkan kandidat Hillary. Ia menuduh pengusaha ternama itu telah menghina kaum veteran. Karena itu, menurut Hillary, Trump salah menilai tentang veteran dan tak layak menjadi seorang pemimpin.
Selain itu, Hillary juga menyerang Trump terkait sikapnya yang tidak merilis tagihan pajak. Hillary menuding Trump menyembunyikan banyak hal dari warga AS dan Trump tidak ingin rakyat AS mengetahui bahwa usaha Trump tidak sebagus dengan apa yang ia lontarkan selama ini.