BNPB: 40,9 Juta Jiwa Terancam Bencana Longsor

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 16 November 2016 20:25 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA – Sekira 40,9 juta jiwa terpapar ancaman longsor, termasuk di antaranya 4,28 juta jiwa balita, 323 ribu jiwa disabilitas, serta 3,2 jiwa juta lansia. Angka tersebut mencapai sekira 17,2 persen penduduk Indonesia.

Hal itu seperti disebutkan Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone. Ia menyatakan, semua terpapar longsor saat musim hujan. Sebagian dari penduduk yang terancam itu juga tak memiliki kemampuan untuk memproteksi diri dari longsor.

“Bahkan masih banyak masyarakat yang tidak paham antisipasi mengenai longsor. Mitigasi bencana, baik struktural maupun non struktural masih sangat minim sehingga setiap musim penghujan longsor mengancam jiwa dan harta milik masyarakat,” papar Sutopo, Rabu (16/11/2016).

Ia menjelaskan, daerah rawan longsor sudah dipetakan dan dibagikan kepada seluruh Pemda. Bahkan, ia melanjutkan, PVMBG Badan Geologi menyusun peta prediksi longsor bulanan sesuai ancaman curah hujan yang akan terjadi.

“Peta tersebut juga dibagikan ke Pemda dan dapat diunduh di website PVMBG disertai tabel penjelasan daerah-daerah kecamatan yang rawan longsor tinggi, sedang, hingga rendah. BNPB juga telah mengembangkan peta risiko bencana longsor yang memuat peta bahaya, kerentanan dan kapasitas. Namun, peta tersebut sebagian besar belum menjadi dasar dalam penyusunan dan implementasi rencana tata ruang wilayah,” paparnya.

Sutopo menyatakan, daerah rawan longsor sehingga harus dibatasi peruntukannya. Penataan ruang adalah upaya yang paling efektif untuk mencegah korban longsor.

Sekadar diketahui, empat orang tewas akibat longsor di Jalan Kolonel Masturi, RT 07/06, Kampung Keramat Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Bandung, pada Selasa (15/11/2016).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya