Kisah Bapak Sembunyikan Jenazah Bayi di Tas Lantaran Tak Mampu Bayar Ambulans

Demon Fajri, Jurnalis
Minggu 16 April 2017 04:31 WIB
Aspin dan tas plastik yang digunakan untuk membawa jenazah putrinya lantaran tak mampu bayar sewa ambulans. (Foto: Demon Fajri/Okezone)
Share :

''Saat jenazah anak saya dimasukkan ke dalam tas, saya meminta maaf kepada anak saya itu. Karena hal ini terpaksa dilakukan karena tidak ada cara lain, agar bisa tiba di kampung halamannya,'' imbuh Aspin.

Dalam perjalanan tersebut, Aspin mengisahkan, dirinya merasa bersalah atas tindakannya tersebut. Ia pun tidak dapat menahan rasa haru dan sedih atas perlakuannya kepada alm Puti Putri.

Perasaan haru tersebut sedikit berkurang setelah dirinya bersama kakak perempuannya tiba di Kabupaten Bengkulu Selatan atau sekira 3 jam perjalanan dari Kota Bengkulu. Saat tiba di Bengkulu Selatan tersebut, dirinya turun dari mobil travel dan menumpang mobil ambulans milik salah satu puskesmas keliling di Kabupaten Kaur.

Bantuan mobil ambulans tersebut, kata dia, sebelumnya telah dihubungi saat di Kota Bengkulu. Sebab, terang dia, uang Rp50 ribu tidak cukup untuk mengantarkan dirinya bersama kakak perempuannya di Desa Sinar Bulan.

''Ongkos dari Kota Bengkulu ke Bengkulu Selatan Rp75 ribu per orang. Uang saya kurang. Jadi, kekurangan ongkos itu dibayar keluarga saya yang menjemput menggunakan mobil ambulans puskesmas milik Kabupaten Kaur,'' sampai Aspin.

Ditambahkan paman alm Puti Putri, Irlian Nurdin, jenazah alm Puti Putri yang dijemput menggunakan mobil ambulans milik slah satu puskesmas di Kabupaten Kaur, sama sekali tidak ada dikenakan biaya. Hal tersebut, kata dia, guna memberikan pertolongan kepada keluarga Aspin, untuk mendapatkan pelayanan dan membawa jenazah hingga Desa Sinar Bulan.

''Saat tiba di kampung halaman. Jenazah alm Puti Putri, langsung dimandikan, setelah itu langsung dikafani dan tidak ingin menunggu lebih lama, jenazah alm Puti langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum, yang tak jauh dari kediamannya,'' jelas Irlian.

Sementara itu, peristiwa tersebut langsung direspons Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. Ia meminta maaf kepada publik dan keluarga Aspin Ekwadi dan Sri Sulismi atas buruknya pelayanan di RSUD M Yunus Bengkulu.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya