KUPANG - Dua orang warga Desa Maikeam, Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang tewas setelah mengkonsumsi kepiting yang diduga beracun. Tragisnya kepiting itu hasil tangkapan sang ayah Nahtali Polin.
"Mereka (para korban) meninggal itu tidak tahu kalau kepiting itu beracun. Setelah mengkonsumsinya satu jam berselang langsung meninggal," kata Kepala Desa Maikeam Johan R Lima kepada Okezone melalui sambungan telepon dari Pulau Semau Sabtu (3/6/2017).
Dua korban meninggal masing-masing Orpu Polin (25) dan Apri Mariani Tia Aman yang baru berusia lima tahun.
Selain dua korban meninggal ada sembilan lainnya dirawat hingga kini oleh petugas medis puskesmas setempat. "Mereka yang makan kepiting itu semuanya keluarga tetapi dua kepala rumah tangga," katanya.
Johan mengisahkan kejadian itu bermula dari Nahtali Polin warga setempat pulang melaut dengan membawa hasil tangkapannya berupa ikan dan kepiting Jumat 2 Juni 2017. Nahtali yang berprofesi sebagai nelayan itu paham kalau kepiting yang dia peroleh beracun dan tidak layak dimakan. Dia berencana akan menguburkan kepiting-kepting itu setelah beristirahat sejenak.