TAPANULI SELATAN – Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu membantah informasi Gunung Lubuk Raya mengeluarkan asap ketika terjadi gempa berkekuatan 5,5 skala Richter di Desa Lubuk Layan dan Sitaratoit, Kecamatan Angkola Barat, Jumat 14 Juli 2017.
"Setelah dipastikan oleh ahli, maka diambil kesimpulan, ternyata bukan asap, melainkan awan yang kebetulan di atas gunung," ujar Sahrul kepada wartawan ketika ditemui saat meninjau lokasi pengungsian korban gempa di Desa Lubu Layan, Sabtu (14/7/2017). Dia mengatakan, ketika terjadi gempa, posisi awan tersebut berada di sekitar gunung, sehingga banyak masyarakat yang menilai awan itu asap yang berasal dari gunung.
"Mudah-mudahan hingga saat ini tidak ada tanda-tanda dari gunung Lubuk Raya itu mengeluarkan asap," ujarnya.
Dia mengaku, hingga Jumat pukul 21.00, masih ada gempa susulan, namun guncangannnya tidak sekuat dengan gempa yang pertama sekali dirasakan oleh warga. "Menurut laporan yang saya terima, sudah ada gempa susulannya sebanyak 10 kali," tuturnya.
Polikus asal Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan, saat ini Pemkab Tapsel melalui sejumlah instansi sudah berada di dua desa tersebut. Mereka akan 24 jam siaga dan siap membantu masyarakat.