JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Nurul Fadhilah mencatat 95% penumpang yang pingsan di KRL karena perutnya kosong alias belum sarapan. Alhasil, saaat diberi roti atau teh hangat oleh petugas, mereka langsung sadar.
“Kami punya data itu, karena ketika dibawa ke pos. Mereka dikasih teh hangat dan roti, itu sadar,” ujar Fadhil di peron 1 Stasiun Tebet, Jakarta, Selasa (25/7/2017).
Fadhil menambahkan, tidak bisa publik menyalahkan kereta penuh sebagai faktor utama penumpang pingsan. Kecuali, terjadi suatu peristiwa. Orang berdesak-desakan, lari lalu terinjak-injak.
“Tapi kalau situasi biasa, gerbong penuh dianggap penyebab, berarti semua penumpang bisa pingsan. Ini kan enggak,” ujarnya.
Ia mengimbau agar pengguna KRL pun bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Sebab kereta penuh bukan berita baru, semua pengguna harus punya toleransi yang tinggi, tetapi juga ingat untuk menjaga dirinya.
“Jangan salahkan kereta penuh kalau Anda sendiri tidak siap. Sudah tahu namanya transportasi publik memang penuh, jadi jangan tidak sarapan,” tegasnya. (sym)
(Awaludin)