Mengungkap Misteri Pembangunan Situs Prasejarah Stonehenge

, Jurnalis
Selasa 08 Agustus 2017 00:12 WIB
foto: english-heritage.org.uk
Share :

Saatnya bertanya

Meskipun kita setuju tentang teori yang menyebut pengangkutan batu-batu dari Wales itu simbolik dan politis, teori itu menghadirkan misteri lain, yaitu tentang cara masyarakat prasejarah di Briton memindahkan batu-batu besar tersebut.

Sejumlah peneliti menyebut mereka sama sekali tak mengangkut batu-batu itu, melainkan gletser atau bongkahan es yang terbentuk dari endapan salju. Namun penemuan dua bongkah batu tambang di Preseli mengakhiri hampir seluruh perdebatan itu.

Ekskavasi di Craig Rhos-y-felin mengungkap bahwa bebatuan biru ditambang dan diangkut menuju Stonehenge.

Peneliti juga telah bereksperimen tentang cara memindahkan batu-batu besar itu sejauh 260 kilometer dari Wales. Merujuk Parker Pearson, mereka mendapati fakta bahwa mengangkut benda megalitikum seperti bebatuan biru yang beratnya rata-rata dua ton, sebenarnya tidak sulit, bahkan bisa hanya dengan meletakkannya di atas kereta pengeret.

Pada temuan baru lainnya, arkeolog menemukan sisa kremasi yang dikubur di Stonehenge. Ekskavasi yang dilakukan proyek Stonehenge Riverside tahun 2008 menemukan kembali sekitar 58 pemakaman, yang terdiri dari setidaknya sembilan laki-laki dan 14 perempuan.

Merujuk pandangan bahwa orang yang dikuburkan di Stonehenge memiliki status sosial yang tinggi, temuan itu memantik pertanyaan tentang peran perempuan pada era neolitik.

"Kerap kali muncul hal baru dari Stonehenge, tapi saya tetap saja terkejut kita terus menemukan banyak hal, bahkan di area yang sudah dipelajari secara intensif selama bertahun-tahun," kata Gaffney.

Temuan terakhir dari Durrington menunjukkan, teknologi terkini tak hanya mampu menemukan situs baru, tapi juga mengubah cara kita memahami situs prasejarah tersebut.

"Temuan itu tidak cuma menegaskan keunikan Stonehenge, tapi juga betapa pentingnya bentang alam di sekitar tugu prasejarah tersebut, dan kita baru saja mulai memahami cara area itu berkembang dan arti Stonehenge bagi orang-orang yang membangunnya."

Meski demikian, tak peduli berapa temuan yang muncul, Stonehenge sepertinya akan tetap melemparkan beragam pertanyaan yang patut direnungkan para peneliti dan media massa. Masyarakat neolitik ini memiliki keterampilan dan ambisi yang besar.

Tidak mudah bagi kita yang hidup serba instan di era modern ini untuk memahami monumen besar yang didirikan secara sempurna dalam beberapa abad itu.

(Donald Banjarnahor)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya