“Ini bukan sebuah sistem di mana mereka bisa menjadi moderat. Pemimpin Tertinggi tidak bisa dimoderat. Anda tidak bisa sedikit tidak mirip dewa. Sistem Pemimpin Tertinggi harus diputuskan. Tapi hal ini tidak mungkin terbayangkan,” ujar penulis buku Without You, There Is No Us” itu kepada media Intercept.
Perempuan yang lahir di Korea Selatan itu sebelum mengajar di Pyongyang pernah beberapa kali mengunjungi Korea Utara dan menuliskan pengalamannya di Harper Magazin dan New York Review of Books. Namun satu hal yang pasti, selama di sana tidak ada orang yang tahu mengenai tugas utama Kim yaitu untuk melakukan penyelidikan jurnalisme mengenai Korea Utara.
BACA JUGA: Ngeri! Jepang Sebut Bom Hidrogen Korut Lebih Dahsyat dari Bom Atom Hiroshima
BACA JUGA: Gawat! 2 Hari Pasca-Uji Bom Hidrogen, Korut Dicurigai akan Luncurkan Rudal Lagi
Catatan-catatan rahasia serta dokumen mengenai negara tersebut ia sembunyikan di USB dan kartu sim ponselnya. Kim sempat khawatir akan tertangkap dan dituduh melakukan spionase tapi untungnya ia berhasil keluar Korea Utara tanpa mendapatkan sorotan dari otoritas keamanannya dan tinggal di Amerika Serikat.