Baca Kiriman Email dari Novel Baswedan, Aris Budiman: Tentu Saya Marah!

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Rabu 06 September 2017 21:19 WIB
Brigjen Aris Budiman di Gedung DPR (dok. Antara)
Share :

JAKARTA - Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Aris Budiman mengutarakan awal kekesalannya terhadap Novel Baswedan. Kekesalan tersebut bermula saat adanya sebuah email dari Novel Baswedan yang diduga berisikan tuduhan terhadap Aris Budiman.

Menurut Aris, tuduhan Novel melalui email itu telah melewati batas dan cenderung fitnah. Padahal, Aris sudah berusaha menenangkan diri menghadapi konflik dengan Novel Baswedan.  "‎Pada saat itu terjadi dikirimkan email kepada saya. Saya baca, saya sangat tersinggung. Tentu saya marah, merasa terhina, tapi saya berusaha tenang," kata Aris saat ditemui wartawan di Jakarta, Rabu (6/9/2017).

(Baca Juga: Ini Pernyataan Novel ke Direktur Penyidikan KPK yang Berujung ke Kepolisian)

Aris menjelaskan, pasca menerima email dari Novel, dirinya sempat menemui dan mengutarakan adanya email dari Novel Baswedan yang berisikan tudingan kepada Deputi Penindakan dan pimpinan KPK. Dihadapan para pimpinan, Aris mengaku tersinggung dengan kata-kata yang ada dalam email Novel tersebut.

‎"Sore hari itu, kalau tidak salah, saya dengan Pak Lutfi menghadap pimpinan, deputi penindakan, dan pada saat di pimpinan, beliau-beliau menanyakan kepada saya, saya katakan bahwa saya tenang menghadapi ini, tetapi tentu saya sebagai pimpinan (Direktur Penyidikan). Kemudian sebagai manusia, tersinggung dengan ucapan-ucapan yang diucapkan di dalam email tersebut," kata Aris. 

Kata aris, pimpinan sempat berjanji akan menindaklanjuti ‎aduannya tersebut. Namun demikian, selama lebih dari sepekan tidak ada respon positif dari pimpinan KPK terhadap laporannya itu.

"Dikatakan oleh pimpinan (awalnya), 'oke kalau begitu'. Artinya saya berupaya lho, harapan saya itu supaya ada tindakan, seharusnya lembaga mengambil tindakan-tindakan seperti apa, tapi seminggu tidak ada tindakan. ‎Tidak ada tindakan yang diambil oleh lembaga," kata mantan Wakil Direktur Tipikor Bareskrim Mabes Polri tersebut.‎

Tak sampai di situ, Aris pun kembali menghadap ke pimpinan untuk mempertanyakan laporannya tersebut terkait tudingan Novel lewat email. Kemudian, kata Aris, pimpinan baru memproses laporannya tersebut setelah kembali dipertanyakan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya