Setelah mengenakan berlian tersebut, Fouquet terlibat perdebatan dengan Raja Louis XIV dan dijebloskan ke dalam penjara selama 15 tahun atas perintah raja. Sang raja pun tidak luput dari nasib buruk yang dibawa berlian biru tersebut. Sepanjang hidupnya, hampir seluruh anaknya yang sah meninggal di usia muda, begitu juga dengan cucunya. Hidup Raja Louis XIV pun berakhir akibat gangrene yang menyakitkan.
Pasca mangkatnya Raja Louis XIV, berlian itu tetap dimiliki keluarga kerajaan Prancis dan sampai akhirnya diwarisi oleh Raja Louis XVI dan istrinya, Marie Antoinette. Nasib pasangan itu berakhir di bawah guillotine, dieksekusi pada masa Revolusi Prancis.
Sebagai harta milik keluarga kerajaan Prancis, berlian biru itu berada di bawah kendali Pemerintah Prancis. Pada 11 September 1792, saat Louis XVI dan keluarganya dipenjara, sekelompok pencuri menerobos masuk ke dalam gudang peyimpanan milik keluarga kerajaan dan mencuri perhiasan yang ada di sana, termasuk dua berlian biru milik Raja Perancis tersebut.
Diyakini bahwa salah satu pencuri, bernama Cabet Guillot, memotong berlian menjadi dua bagian dan membawanya ke London. Berlian itu kemudian didapatkan oleh seorang itu didapatkan oleh bankir kaya raya, Thomas Hope. Benda itu berada dalam kepemilikan keluarga Hope sampai awal abad ke 20, yang membuatnya mendapatkan nama Hope Diamond.
Pada tahun 1910, perhiasan indahnya, dengan berat 45,42 karat tersebut dijual ke sosialita sekaligus pewaris perusahaan pertambangan, Evalyn Walsh McLean seharga USD4,6 juta dengan kurs saat ini. Evalyn tinggal bersama suaminya di Washington, D.C., Amerika Serkat (AS) dan menjadi orang pertama dalam waktu lama untuk tampil di depan umum mengenakan Hope Diamond.