Kehidupan Evalyn yang tenang segera berubah ketika dia mendapatkan Hope Diamond. Ibu mertuanya adalah orang pertama yang meninggal setelah berlian itu dibeli, disusul anak laki-lakinya yang baru berusia sembilan tahun. Suami Evalyn, Edward Beale McLean meninggalkannya demi mngejar perempuan lain, dan meninggal di sebuah sanatorium sesaat setelahnya. Tidak berhenti sampai di sana, putri mereka pun kehilangan nyawa akibat obat-obatan pada usia 25 tahun.
Akibat semua kejdadian tersebut, Evalyn McLean terpaksa menjual surat kabar milik keluarga, The Washington Post. Saat dia sendiri meninggal, Evalyn meninggalkan hutang yang ditanggung oleh keluarganya.
Dari Evalyn McLean, kepemilikan Hope Diamond, bersama dengan permata-perhiasannya yang luar biasa lainnya, beralih ke Harry Winston pada tahun 1949. Harry memilih untuk menyumbangkan berlian yang terkenal itu ke koleksi batu permata nasional, yang bertempat di National Museum of Natural History atau Museum Sejarah Alam Nasional.
Harry tidak mengalami nasib buruk seperti pemilik-pemilik sebelumnya, tetapi ternyata satu "korban" kutukan terakhir dari Hope Diamond adalah James Todd, yang merupakan pekerja pos yang mengirim perhiasan itu ke Institusi Smithsonian pada 1958. Segera setelah Todd menyelesaikan pengiriman bersejarah itu, dia mengalami kecelakaan truk yang serius dan kebakaran yang menghancurkan rumahnya.
Sejak saat itu Hope Diamond, yang sekarang bernilai USD250 juta, tersimpan dengan aman di dalam Smithsonian. Sejarah panjang dan spekulasi mengenai kutukannya membuat Hope Diamond menjadi salah satu berlian paling terkenal sepanjang masa.
(Rufki Ade Vinanda)