BACA JUGA: Ditembak Rudal Balistik dari Yaman, Arab Saudi Salahkan Iran dan Ancam Umumkan Perang
Tuduhan serupa juga pernah dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) pada Juli. Washington yakin Iran menyuplai peluru kendali (rudal) kepada milisi Houthi yang memberontak terhadap Yaman. Negeri Paman Sam menyerukan agar PBB menghukum Iran karena bertanggung jawab atas pelanggaran dua resolusi Dewan Keamanan PBB.
Presiden AS, Donald Trump, beberapa waktu lalu memutuskan untuk tidak mensertifikasi Iran atas kepatuhan terhadap Kesepakatan Nuklir 2015. Sebagai konsekuensi, Iran bisa saja kembali dijatuhkan sanksi tambahan, tergantung pada keputusan dari Senat AS.
BACA JUGA: Trump Akan Cabut Kesepakatan Nuklir Iran dalam Waktu Dekat
Sebagaimana diketahui, Iran meneken Kesepakatan Nuklir pada 2015 dengan AS, Inggris Raya, Rusia, China, Prancis, dan Jerman, di Jenewa, Swiss. Iran wajib mengurangi program rudal mereka dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi yang membuat pertumbuhan ekonomi negara itu melambat.
(Wikanto Arungbudoyo)