Sepanjang 2017, Rentetan Bencana di Indonesia Buat 3,2 Juta Warga Mengungsi & Menderita

Demon Fajri, Jurnalis
Senin 11 Desember 2017 21:50 WIB
Foto: Antara
Share :

2. Gunung Meletus

Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. Dari ratusan gunungapi itu, 2 gunung api berstatus awas level 4 dan 17 gunung api berstatus waspada level 2 sepanjang 2017. Sementara, gunung api lainnya berstatus normal.

Dua gunung status Awas tersebut, gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali yang naik status Awas sejak Jumat 22 September 2017 dan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara status Awas sejak Selasa 2 Juni 2015.

Kedua gunung tersebut tidak dapat diprediksi kapan akan meletus. Di mana Gunung Sinabung tidak dapat diprediksikan kapan akan berhenti meletus.

"13 persen populasi gunungapi aktif di dunia terdapat di Indonesia dengan segala berkah dan musibah yang menyertai setiap letusannya," sampai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Rabu 4 Oktober 2017, dalam keterangan yang diterima Okezone.

- Erupsi Gunung Agung

Geliat Gunung Agung kembali mengalami erupsi, pada Sabtu 25 November 2017, sekira pukul 17.30 WITA. Kolom abu teramati berwarna kelabu-kehitaman bertekanan sedang setinggi 1.500 m di atas puncak Gunung Agung.

Erupsi secara visual teramati dari daerah Culik dan Batulompeh ke arah Barat- Barat daya, asap kelabu-kehitaman tekanan sedang.

Erupsi Gunung Agung pertama terjadi, pada Selasa 21 November 2017, sekira pukul 17.05 WITA, dengan tinggi asap kelabu tebal dengan tekanan sedang maksimum 700 meter.

Dua hari kemudian, Senin 27 November 2017, PVMBG menaikkan status Gunung Agung dari Siaga level 3 menjadi Awas level 4, terhitung pukul 06.00 WITA.

Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali, jumlah pengungsi per Rabu 29 November 2017, sebanyak 43.358 jiwa yang tersebar di 229 titik pengungsian.

Terakhir, Gunung Agung kembali meletus pada pukul 07.59 WITA, pada Jumat 8 Desember 2017. Secara visual Gunung Agung nampak ada asap berwarna kelabu tebal bertekanan sedang dan ketinggi 2.100 meter di atas puncak condong ke arah barat.

"Ya Gunung Agung kembali erupsi," kata Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Suantika, Jumat 8 Desember 2017.

Bencana tersebut juga berdampak pada ekonomi. Seperti, dampak kerugian ekonomi peningkatan status Awas Gunung Agung di Bali mencapai lebih dari Rp2 triliun. Jumlah total kerugian dan kerusakan ekonomi akibat bencana belum dilakukan perhitungan.

"Pemda dan masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana," kata Sutopo, Senin 20 November 2017.

Lain halnya dengan Gunung Sinabung, sejak status Awas hingga saat ini hampir setiap hari meletus. Letusan disertai dengan lava pijar, gempa guguran, awan panas dan hujan abu. Hingga Agustus 2017, BNPB mencatat 7.214 jiwa atau 2.038 KK berada di 8 pos pengungsian. Namun, hanya 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian.

"Volume kubah lava berdasar hasil pengukuran 19 Juli 2017 sudah mencapai 2,3 juta meter kubik," ujar Sutopo.

Kamis 12 Oktober 2017, Gunung Sinabung kembali meletus. Selain melontarkan abu vulkanik, letusan juga disertai dengan gempa guguran, lava pijar dan luncuran awan panas.

Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG melaporkan letusan dengan tinggi kolom abu vulkanik 2.000 meter yang diikuti awan panas guguran, dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah Selatan dan 2.000 meter ke arah Timur - Tenggara.

"Tidak ada korban jiwa dan penambahan jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung," kata Sutopo, Kamis 12 Oktober 2017.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya