Buwas: Permintaan Narkoba Jelang Tahun Baru Bakal Tinggi

Zuhri Noviandi, Jurnalis
Rabu 20 Desember 2017 14:17 WIB
Kepala BNN Budi Waseso di Mapolda Aceh (foto: Zuhri Noviandi/Okezone)
Share :

BANDA ACEH - Menjelang perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru 2018 Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jenderal Budi Waseso, meminta semua elemen untuk mengantisipasi masuknya narkoba dalam jumlah besar ke Indonesia Khususnya di daerah perbatasan dan Aceh.

Budi Waseso mengatakan, jelang tahun baru kali ini permintaan narkoba akan meningkat. Hal itu terlihat dari kasus yang terjadi dalam sepekan terakhir jumlah kasus dan tersangka baik sebagai pengguna maupun pengedar semakin bertambah.

(Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Razia Narkoba Makin Gencar di Banjarmasin)

"Permintaan narkoba jelang tahun baru bakalan tinggi, di beberapa daerah selama sepekan ini banyak yang ditangkap terkait kepemilikan Narkotika dalam jumlah besar. Maka kita meminta kepada semua masyarakat agar tetap waspada dan ikut membantu pihak penegak hukum dalam membrantas kasus ini," kata pria yang akrab disapa Buwas usai hadiri Apel Gabungan Pemuda Aceh Anti Narkoba, di Mapolda Aceh, Rabu (20/12/2017).

Dia menjelaskan, pada akhir tahun mafia Narkotika akan mensuplai narkoba dalam jumlah besar karena kebutuhan dan permintaan yang juga meningkat. Maka untuk mencegah hal itu terjadi dan masuk ke Indonesia, pihaknya telah bekerjasaman dengan Polri, TNI, Bea Cukai dan komponen lainnya untuk memantau jalur masuknya Narkoba di Indonesia.

"Kita tidak bisa memungkiri hal ini akan terjadi. Peredaran narkoba jelang Tahun Baru sudah mulai banyak masuk. Sehingga, BNN mulai memonitor peredarannya di daerah yang dianggap rawan," sebutnya.

Sementara itu, katanya, berdasarkan hasil survei yang pernah dilakukan BNN bekerjasama dengan Universitas Indonesia pada 2014 silam. Angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah mencapai 2,8 persen atau sekitar 4 juta orang.

(Baca Juga: 12 Rusun Jadi Sarang Narkoba, Penghuni Bakal Dites Urine Secara Rutin)

Diperkirakan setiap hari sebanyak 33 orang meninggal dunia sementara pertahunnya mencapai sebanyak 12.044 orang. Hasil survei pada 2016 lalu, kelompok pelajar dan mahasiswa sebesar 1,9 persen atau dengan bahasa lain 2 dari 100 pelajar dan mahasiswa menyalahgunakan narkoba.

Bila dilihat dari survei tersebut penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia sudah menalar ke kampus, sekolah-sekolah dari SD sampai dengan SMA.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya