Pria yang baru berulang tahun ke-81 itu sedang menjalani tahun kelima masa kepausan yang disebut "revolusioner" oleh para pendukung dan kritikus. Dalam misa tadi malam, Paus Fransiskus menegaskan bahwa para pengungsi dunia adalah fokus utama dan terdepan dalam misinya.
Paus Fransiskus telah berulang kali mengingatkan Negara Barat untuk mengesampingkan dorongan nasionalisme - juga menjauhkan rasa takut terhadap para migran - serta membuka pintu mereka. Pada Malam Natal, Paus Fransiskus mengenang ucapan terkenal dari Yohanes Paulus II kepada penentang komunisme, bahwa mereka seharusnya "tidak perlu takut", "membuka pintu lebar-lebar" dan meyakini bahwa tujuan mereka akan menang.
Paus Fransiskus menyampaikan kembali pesan itu sebagai seruan untuk memberikan keramahtamahan bagi para pengungsi yang terlupakan dunia.
"Natal adalah masanya untuk mengubah ketakutan menjadi kemurahan hati," pungkasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)