Penumpang KRL Meningkat 22,8 Persen, Fasilitasnya?

, Jurnalis
Sabtu 06 Januari 2018 06:46 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Sebagai moda transportasi umum masyarakat, jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan pada 2017, jumlah penumpang menembus angka 315 juta orang.

Mengutip dari Koran SINDO, Jumat 5 Januari 2018, dalam dua tahun terakhir jumlah penumpang Commuter Line meningkat sekitar 22,8% atau 58 juta orang. untuk 2018, PT KCI menargetkan penumpang KRL Computer line mencapai 320 juta orang.

Oleh karena itu PT KCI menambah jumlah perjalanan KRL. Namun, hingga saat ini masih banyak masalah yang dihadapi PT KCI, setiap harinya masih banyak pengguna KRL yang harus berdesak-desakan saat naik kereta, tak jarang KRL juga mengalami gangguan sinyal sehingga mengganggu perjalanan penumpang.

Menurut Pengamat Pekotaan Yayat Supriyatna, meningkatnya jumlah penumpang di KRL tidak diimbangi dengan fasilitas penunjang yang memadai.

(Baca juga: Penumpang KRL pada Malam Tahun Baru 2018 Naik 20 Persen)

“Jumlah penumpang semakin bertambah, sementara jumlah KRL yang melayani masih terbatas, apalagi di jam-jam sibuk kereta menjadi sangat padat. Selain itu, tidak diimbangi dengan sarana penunjang seperti stasiun yang memadai untuk menampung jumlah penumpang, sehingga ini menjadi penyebab kepadatan bertambah namun upaya pelayanan belum maksimal” papar Yayat kepada Okezone.

Salah satu usaha pemerintah untuk menambah moda transportasi umum ialah dengan membangun Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT). Namun, Yayat juga menjelaskan, walaupun ada MRT dan LRT, jika pelayanan masih terbatas maka kepadatan pengguna moda transportasi umum juga akan terus terjadi. Sehingga memerlukan dukungan pemerintah khususnya Public Service Obligation (PSO), serta menambah jumlah angkutan umum.

Sedangkan menurut Direktur Institute Transportasi Indonesia (Instran) Darmaningtyas, kepadatan pengguna KRL dinilai wajar karena tingginya pengguna moda transportasi umum di Indonesia, di Jepang juga mengalami kepadatan saat masyarakatnya menggunakan transportasi umum.

“Saya rasa wajar commuter line mengalami kepadatan penumpang karena tidak hanya terjadi di Indonesia, di Jepang juga sama, terjadi kepadatan saat menggunakan transportasi umum ini,” papar Darmaningtyas.

Dirinya juga menambahkan dengan keberadaan MRT dan LRT bisa menjadi alternatif bagi pengguna transportasi umum, namun belum bisa dilihat apakah dapat membantu penumpang dalam menguraikan kepadatan karena sampai saat ini pembangunannya belum selesai.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya