Yang dibawa ke pantai adalah pralingga atau pratima yang berarti simbol para Dewata dan alat-alat prasarana yang di pura. "Namun yang jelas di sana juga banyak banten atau sesaji yang dibawa," ungkapnya.
Dia menerangkan, bahwa doa dari Melasti adalah meningkatkan Sraddha dan Bhakti pada para Dewata manifestasi Tuhan Yang Mahaesa untuk menghanyutkan penderitaan masyarakat, menghilangkan papa klesa dan mencegah kerusakan alam.
"Papa klesa itu artinya terbelenggu oleh indra dan tidak lagi ingat akan hakikatnya sebagai manusia. Manusia yang terbelenggu oleh indranya dan tidak lagi ingat pada hakikatnya,"paparnya.
Hari ini merupakan hari terkahir untuk melasti sebelum perayaan Nyepi. "Besok sudah malam pengerupukan," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)